Saturday, March 23Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Youtube Hapus Channel Yang Terbukti Lakukan Eksploitasi Terhadap Anak-anak

Youtube Hapus Channel Yang Terbukti Lakukan Eksploitasi Terhadap Anak-anak

YouTube langsung bertindak tegas pada 400 channel yang terindikasi melakukan tindakan ilegal berupa eksploitasi anak. Tak hanya menghapus channel itu dari platform, YouTube pun juga mengaku sudah melaporkan akun-akun tersebut kepada penegak hukum. Hal tersebut disampaikan perwakilan YouTube, menyusul sebuah temuan dari seorang pengguna bernama Matt Watson.

Dalam temuannya, Watson juga melihat adanya indikasi pelanggaran berat berupa tindakan asusila verbal kepada anak-anak.  Watson pun mempublikasi temuan tersebut melalui sebuah video yang menunjukkan betapa mudahnya pengguna YouTube menemukan video anak-anak yang dipenuhi komentar asusila para pedofilia.

Menurut Watson, ada indikasi pula bahwa para pengidap pedofilia ini memiliki jaringan terselubung yang tidak diketahui oleh publik. Dampak dari video yang dipublikasi Watson ini ternyata langsung berbuntut panjang. Tak lama setelah video tersebut viral dan menjadi perbincangan, beberapa perusahaan besar yang berhubungan dengan anak-anak seperti Nestle, Disney, hingga Epic Games mencabut iklan mereka dari YouTube.

Dikutip KompasTekno dari The Verge, Jumat (22/2/2019), YouTube mengatakan pihaknya  telah mengambil tindakan tegas dengan menghapus dan menonaktifkan komentar pada akun-akun yang melanggar. YouTube pun berjanji untuk terus memerangi tindakan asusila dan juga eksploitasi terhadap anak.  “Konten apapun, termasuk komentar, yang membahayakan anak di bawah umur sangatlah menjijikkan.

Kami memiliki kebijakan yang jelas dan melarang ini di YouTube,” tulis mereka. “Masih banyak yang harus dilakukan dan kami terus menumbuhkan tim kami untuk menjaga orang-orang agar tetap aman,” lanjut YouTube. Masalah eksploitasi anak memang kerap mendapat sorotan sejak beberapa tahun belakangan. YouTube juga telah menyatakan diri untuk ikut memerangi dan ingin menekan angka eksploitasi anak yang seringkali terjadi.  YouTube juga telah memberlakukan peraturan yang sangat ketat untuk meminimalisir tindak asusila dari para pengidap pedofilia.

Hal tersebut disampaikan perwakilan YouTube, menyusul sebuah temuan dari seorang pengguna bernama Matt Watson. Dalam temuannya itu, Watson melihat adanya indikasi pelanggaran berat berupa tindakan asusila verbal kepada anak-anak. Watson pun mempublikasi temuan tersebut melalui sebuah video yang menunjukkan betapa mudahnya pengguna YouTube menemukan video anak-anak yang dipenuhi komentar asusila para pedofilia.

Menurut Watson, jelas ada indikasi bahwa para pengidap pedofilia ini memiliki jaringan terselubung yang tidak diketahui oleh publik. Dampak dari video yang dipublikasi oleh Watson ini ternyata berbuntut panjang.

Related Post

Ia Menjadi Satu-satunya Orang Indonesia Yang berke... Kita tentu sering bertanya-tanya apa yang ada di dalam lautan, apa yang ada di luar angkasa dan apa yang ada di tempat lain yang sulit sekali untuk ...
Misi Ke ISS Kembali Dikirimkan NASA Setelah Penund... Misi ke ISS akhirnya kembali menjadi prioritas NASA setelah mengalami penundaan hingga 7 tahun, dimana Lembaga Antariksa Amerika Serikat (NASA) akhirn...
Kalah di Cabang Olahraga Pencak Silat, yang Dilaku... Belum lama kita melihat adanya kecurangan atlet asal malaysia yang bertindak tidak sportif pada atlet asal singapura di cabang olahraga pencak silat. ...
Satu Lagi Pesaing Gojek Dan Grab Telah Hadir Di In... Aplikasi berbasis transportasi online bernama Bonceng telah resmi diperkenalkan pada hari Sabtu (10/11/2018) di Jakarta. Aplikasi hasil karya anak b...