Wednesday, July 17Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Yang Mengejutkan Dari Babak 16 Besar Piala Afrika 2019

Yang Mengejutkan Dari Babak 16 Besar Piala Afrika 2019

Wilfried Zaha menunjukkan bahwa dia tidak cuma moncer di ajang Premier League. Di Piala Afrika 2019, tepatnya pada babak 16 besar, pemain Crystal Palace itu sukses menjadi pahlawan bagi negaranya, Pantai Gading.

Menghadapi Mali di Suez Stadium, Senin (8/7/2019) malam WIB, Pantai Gading menang 1-0 berkat gol tunggal Zaha di menit ke-76. Kemenangan ini membawa Pantai Gading ke babak perempat final di mana mereka bakal berhadapan dengan Aljazair.

Bertanding di Suez Stadium, Mali dan Pantai Gading sama-sama tampil dengan kekuatan terbaik. Mali dipimpin oleh Moussa Marega yang jadi ujung tombak, sementara Pantai Gading diperkuat pemain-pemain macam Zaha, Nicolas Pepe, Franck Yannick Kessie, serta Jean-Philippe Gbamin.

Di atas kertas, Pantai Gading sebenarnya memiliki pemain-pemain yang lebih bagus, tetapi dalam laga ini mereka justru kesulitan. Anak-anak asuh Ibrahima Kamara ini kesulitan meladeni permainan cepat Mali yang dieksekusi dengan apik.

Hasilnya, pada babak pertama Pantai Gading hanya mampu melepaskan satu tembakan, itu pun tidak mengarah ke gawang. Sebaliknya, Mali sanggup melancarkan sampai 10 tembakan. Hanya, penyelesaian akhir yang tidak tenang dan apiknya performa kiper Pantai Gading, Sylvain Gbouhou, membuat segalanya jadi sia-sia.

Pada babak kedua, penampilan Pantai Gading membaik. Mereka sukses mencari celah dari permainan Mali dan itulah yang mereka manfaatkan. Secara umum Mali memang masih lebih dominan tetapi Pantai Gading mampu melancarkan serangan balik dengan lebih baik.

Serangan balik ini dilakukan Pantai Gading dengan dua cara. Yakni, dengan mengandalkan bola panjang dan kecepatan para pemain sayap. Kombinasi dua cara ini akhirnya berbuah hasil lewat gol Zaha. Menerima umpan Jonathan Kodija, Zaha sukses menyambar bola lebih cepat dari kiper Mali dan mencetak gol kemenangan bagi negaranya.

Tunisia Singkirkan Ghana Lewat Adu Penalti

Dari Ismailia, adu penalti harus digelar untuk mencari pemenang laga antara Ghana dan Tunisia. Hal ini terjadi karena pada injury time babak kedua Remi Badoui mencetak gol bunuh diri yang membatalkan kemenangan Tunisia begitu saja. Sebelumnya, Elang Kartago sudah unggul 1-0 lewat gol Taha Khenissi di menit ke-73.

Pertandingan ini sendiri berjalan sangat membosankan pada babak pertama di mana kedua tim hanya mampu melepaskan 9 tembakan. Namun, pada babak kedua situasi membaik. Tunisia pun sukses mencuri gol lewat Khenissi memanfaatkan umpan tarik Wajdi Kechrida.

Setelah kebobolan, Ghana lantas menggencarkan serangan. Tekanan mereka itu akhirnya berbuah hasil. Dalam situasi tendangan bebas, Bedoui menyundul bola masuk gawangnya sendiri. Ironisnya, Bedoui dimasukkan untuk menjaga keunggulan dan gol bunuh diri itu lahir dari sentuhan pertamanya.

Di babak tambahan sendiri kedua tim gagal mencetak gol tambahan. Maka, tos-tosan mau tidak mau harus dilangsungkan. Pada babak adu penalti tersebut kiper Tunisia, Farouk Ben Mustapha, jadi pahlawan lewat satu penyelamatannya. Yang menarik, Ben Mustapha ini baru masuk di menit terakhir babak tambahan dan memang merupakan kiper khusus adu penalti.

Berkat penyelamatan Ben Mustapha itu Tunisia melenggang ke perempat final dengan kemenangan 5-4. Setelah ini mereka akan berhadapan dengan tim debutan Madagaskar yang tampil mengejutkan di sepanjang turnamen.