Thursday, October 1Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

WWF Geram Dengan Jepang Yang Terus Menerus Memburu Hewan Ini

WWF Geram Dengan Jepang Yang Terus Menerus Memburu Hewan Ini

Negara Jepang sebagaimana kita tahu memang merupakan salah satu penikmat hidangan laut terbesar di dunia. Oleh sebab itu mau tidak mau mereka atau lebih tepat para nelayannya sering menangkap hewan laut dengan jumlah yang terkadang melebihi batas dan itu tentunya masalah bagi konservasi lingkungan laut. Dan salah satu organisasi konservasi World Wide Fund (WWF) akhirnya merilis laporan tentang pelanggaran lingkungan yang di lakukan oleh Jepang. Jika kalian sering atau setidaknya pernah menonton National Gegraphic, Discovery Channel ataupun NatGeo Wild anda tentu sudah sering melihat kalau para nelayan Jepang memang sering memburu secara ilegal hewan laut dan sudah sering terlibat perseteruan oleh para aktivis pelindung hewan laut.

Studi ilmiah menyebutkan bahwa pemburu paus asal Jepang telah menangkap lebih dari 50 ekor paus minke di kawasan lindung laut Antartika belakangan ini. Perburuan oleh para pemburu paus asal Jepang ini sudah berlangsung sejak awal sampai pertengahan tahun 2018. Padahal memanen krill yaitu sejenis udang dan aktivitas lain seperti menangkap ikan tidak diperbolehkan di kawasan lindung laut yang luasnya mencapai 600 ribu mil persegi tersebut.

Aturan tersebut diberlakukan oleh Ross Sea MPA pada tahun 2016 oleh 24 negara bahkan termasuk Jepang sendiri. Bagian dari Komisi Konservasi Sumber Daya Kehidupan Laut Antartika (CCAMLR) itu dimaksudkan untuk melindungi ekosistem laut. Isi perjanjiannya yaitu melarang penangkapan ikan di seluruh kawasan lindung laut selama 35 tahun. Namun sayangnya komisi Antartika tidak mengontrol penangkapan paus dan menyerahkan hal tersebut pada Komisi Perburuan Paus International (IWC).

WWF protes mengenai pembebasan ilmiah dalam perburuan paus dan berharap hal ini perlu dihentikan selamanya. Oleh  sebab itu WWF mendesak IWC dan CCAMLR bekerja sama dalam mengupayakan hal itu. Menurut Rod Downie, yang menjabat sebagai penasihat wilayah kutub WWF, ribuan spesies telah dilindungi di bagian Laut Ross ini termasuk paus Minke, oleh sebab itu mesti ada tindakan tegas terhadap eksploitasi Jepang terkait hal ini.

Menurut data yang dimiliki oleh WWF, jumlah paus Minke yang ditangkap Jepang dalam setahun mencapai 333 ekor dalam setahun termasuk 122 paus betina yang sedang mengandung. Lalu sebagian besar daging mamalia laut tersebut dijual ke pasar dan restoran Jepang.