Monday, September 16Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

WHO Sebut Kecanduan Game Merupakan Gangguan Kesehatan Mental

WHO Sebut Kecanduan Game Merupakan Gangguan Kesehatan Mental

Kecanduan game akhirnya telah diakui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai gangguan dari kesehatan mental. Penyakit ini muncul dalam sebuah rujukan tentang penyakit yang dapat didiagnosis atau International Statistical Classification (ICD).

Dilansir dari laman NBC News, lebih lanjut yang dapat digambarkan sebagai kecanduan game digital dan video sebagai pola perilaku gamer terus menerus atau berulang yang menjadi begitu luas sehingga diutamakan daripada kepentingan hidup lainnya.

Setelah mempertimbangkan banyak hal, Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) resmi menetapkan kecanduan game atau game disorder sebagai penyakit gangguan mental. Hal ini diputuskan setelah WHO menambahkan kecanduan game ke dalam versi terbaru International Statistical Classification of Diseases (ICD), Senin (18/6/2018).

ICD merupakan sistem yang berisi daftar penyakit berikut gejala, tanda, dan penyebab yang dikeluarkan WHO. Berkaitan dengan kecanduan game, WHO memasukkannya ke daftar “disorders due to addictive behavior” atau penyakit yang disebabkan oleh kebiasaan atau kecanduan.

Dirangkum dari Science Alert, Selasa (19/6/2018), kecanduan game sudah bisa disebut penyakit bila memenuhi tiga hal. Pertama, seseorang tidak bisa mengendalikan kebiasaan bermain game. Kedua, seseorang mulai memprioritaskan game di atas kegiatan lain. Ketiga, seseorang terus bermain game meski ada konsekuensi negatif yang jelas terlihat. WHO mengatakan, ketiga hal ini harus terjadi atau terlihat selama satu tahun sebelum diagnosis dibuat.

Selain itu, WHO mengatakan permainan di sini mencakup berbagai jenis permainan yang dimainkan seorang diri atau bersama orang lain, baik itu online maupun offline. Meski demikian, bukan berarti semua jenis permainan bersifat adiktif dan dapat menyebabkan gangguan. “Bermain game disebut sebagai gangguan mental hanya apabila permainan itu mengganggu atau merusak kehidupan pribadi, keluarga, sosial, pekerjaan, dan pendidikan,” menurut WHO.

“Sudah banyak cukup bukti yang mampu menunjukkan kecanduan game dapat menimbulkan masalah kesehatan,” tulis WHO dalam situs resminya. Terdapat tiga alasan seseorang memainkan permainan berbasis internet atau game online , antara lain bertujuan untuk bersenang-senang, menghilangkan stres, dan mengisi waktu luang.

Organisasi Kesehatan Dunia atau world health organizations (WHO) menetapkan Kecanduan game atau game disorder ke dalam versi terbaru International Statistical Classification of Diseases (ICD) sebagai penyakit gangguan mental untuk pertama kalinya. Dalam versi terbaru ICD-11, WHO menyebut bahwa kecanduan game merupakan disorders due to addictive behavior atau gangguan yang disebabkan oleh kebiasaan atau kecanduan.