Monday, June 17Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Waspada Terhadap Gejala Demam Berdarah Pada Bayi Dan Balita

Waspada Terhadap Gejala Demam Berdarah Pada Bayi Dan Balita

Memasuki musim hujan, biasanya sejumlah penyakit berbahaya seperti demam berdarah dengue (DBD) harus selalu kita waspadai. Memang, populasi nyamuk terasa lebih sedikit di musim hujan. Tapi tahukah Anda kalau nyamuk sebenarnya lebih sering bertelur di musim hujan? Ya Moms, hal tersebut dikarenakan tempat berkembang biak dan pertumbuhan larva nyamuk, yaitu genangan air, lebih banyak tersedia di musim hujan.

Demam berdarah dengue dapat menyerang segala usia. Mulai dari bayi, balita, anak-anak hingga orang dewasa. Namun, agak berbeda dengan orang dewasa, gejala demam berdarah yang muncul pada bayi dan balita lebih sulit terdeteksi.

Mengutip laman Baby Center, beberapa bayi dan balita yang terserang demam berdarah bahkan bisa jadi tidak menunjukkan gejala yang spesifik. Meski begitu, sebagai orang tua, Anda harus lebih waspada dengan perubahan kondisi tubuh anak.

Demam berdarah dengue (DBD) pada bayi dan balita biasanya dimulai dengan gejala demam tinggi, pilek, dan batuk. Demam bisa berlangsung selama seminggu dan mencapai suhu 38-40 derajat celsius.

Bayi juga akan menunjukkan tanda-tanda lain, seperti lebih sering rewel, menangis, mudah mengantuk, gelisah, timbul ruam, hingga sering muntah. Sementara pada anak balita, demam yang naik turun akan lebih jelas terlihat. Balita juga biasanya mulai bisa mengungkapkan rasa sakit yang dirasakan di bagian mata, adanya nyeri otot, hingga rasa sakit pada kepalanya.

Demam naik turun yang terjadi pada anak-anak saat menderita demam berdarah bukannya tanpa sebab. Anda harus tahu bahwa ada 3 fase yang terjadi saat seorang anak terkena demam berdarah. Apa saja?

  1. Fase Demam

Fase demam adalah fase di mana gejala yang paling khas tentu saja demam tinggi. Pada fase ini, penderita akan mengalami demam secara tiba-tiba hingga bisa mencapai 40 derajat celcius selama 2 sampai 7 hari. Munculnya demam tinggi pada kasus demam berdarah sering kali disertai dengan gejala-gejala yang sudah disebutkan di atas, seperti kulit memerah, nyeri seluruh tubuh, nyeri otot, dan sakit kepala. Namun bila demam berlangsung selama lebih dari 10 hari maka kemungkinan besar demam tersebut bukanlah gejala demam berdarah.

  1. Fase Kritis

Setelah fase demam, fase kedua disebut fase kritis, yang biasanya menjadi ‘pengecoh’ karena penderita merasa sudah sembuh dan bisa beraktivitas. Padahal bila fase ini terabaikan dan tidak segera mendapatkan pengobatan maka trombosit penderita akan terus menurun secara drastis. Dan itu dapat mengakibatkan perdarahan yang sering tidak disadari. Oleh sebab itu penderita harus cepat ditangani oleh tim medis karena fase kritis ini berlangsung biasanya tidak lebih dari 24-38 jam.

  1. Fase Penyembuhan

Fase penyembuhan yaitu fase di mana penderita berhasil melewati fase krisisnya. Pada fase ini penderita DBD akan kembali merasakan demam namun tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Kondisi tersebut adalah hal yang cukup wajar di mana trombosit akan kembali normal. Dan lalu cairan tubuh akan kembali secara perlahan pada 48-72 jam setelahnya.

Gejala penyakit DBD biasanya juga berkembang 4-10 hari setelah digigit nyamuk Aedes Aegypti. Jika Anda menemukan gejala-gejala di atas pada bayi atau balita Anda, segera periksakan kondisi si kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.