Wednesday, April 24Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Wanita Lajang Di Aceh Ini Cabuli Anak-anak Dibawah Umur

Wanita Lajang Di Aceh Ini Cabuli Anak-anak Dibawah Umur

Seorang wanita lajang berinisial NU (31) di Aceh Utara ditetapkan sebagai tersangka setelah mencabuli anak dibawah umur. Ada sebanyak lima bocah yang menjadi korban NU. Diantaranya yaitu tiga orang perempuan dan dua orang laki-laki. Kelima bocah tersebut rata-rata berusia 8 hingga 11 tahun.

NU mengiming-imingi korban dengan memberikan uang dan diputarkan lagu kasidahan. Kasus tersebut baru terungkap setelah adanya laporan dari salah satu orangtua korban.

“Awalnya orang tua dari salah satu korban melaporkan kasus dugaan pencabulan itu pada Desember 2018. Setelah dilakukan penyelidikan dan penyidikan, akhirnya terungkap ada empat korban lainnya. Sejauh ini sudah ada lima korban, tiga perempuan dan juga dua laki-laki dengan rentang usia 8 tahun dan 11 tahun. Para korbannya juga masih sekampung dengan tersangka,” ujar Wakapolres Aceh Utara, Kompol Edwin Aldro.

Polisi juga akan memeriksa kejiwaan NU. “Selain melakukan pemeriksaan proses verbal, dalam waktu dekat kita juga akan melakukan pemeriksaan terhadap psikologi tersangka. Berdasarkan data yang sudah ada, tersangka masih single dan belum menikah,” ujar Edwin.

Sementara, saat NU ditanyai mengapa dirinya melakukan perbuatan tersebut, ia justru menjawab “karena suka”. Atas perbuatannya, NU dianggap melanggar Pasal 81 ayat (2) Jo Pasal 82 ayat (1) dari UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman bui di atas lima tahun.

Kelima korban itu adalah MA, MK, NK yang berusia 8 tahun serta dua lainnya SS dan AL berusia 11 tahun. Mereka terdiri atas dua laki-laki dan 3 perempuan. Semua korban merupakan tetangga tersangka pedofil tersebut.

“Kita tangkap setelah adanya laporan dari salah seorang keluarga korban. Setelah (pelaku) sudah kita amankan. Lalu para keluarga korban lainnya pun ikut melaporkan atas kasus yang sama terhadap tersangka.” Itu menurut penjelasan Wakapolres Aceh Utara Kompol Edwin Aldro kepada detikcom pada hari Selasa (29/1/2019).

Edwin juga menuturkan kejadian itu dilakukan oleh tersangka dalam waktu yang berbeda, namun lokasinya sama, yakni di kamar rumahnya. Modus yang digunakan juga berbeda. “Tiap-tiap korban modusnya berbeda. Ada yang dibujuk dengan iming-iming uang. Ada juga yang dirayu dengan hal lainnya. Saat itu kita interogasi, tersangka pun mengakui semua perbuatannya,” ujarnya.

Akibat perbuatannya itu maka tersangka akan dijerat dengan Pasal 81 ayat 2 dan 82 ayat 1 UU Perlindungan Anak. Polisi juga akan melakukan tes psikologi untuk memastikan dan mengetahui kondisi kejiwaan tersangka. Sementara itu, NS kepada wartawan mengakui perbuatannya. Dia juga mengungkapkan salah seorang korban sempat diberi uang Rp 2.000.

“Saya lakukan karena suka. Saya merayu mereka untuk masuk ke rumah. Saya ajak untuk nonton film komedi di HP dan selanjutnya baru melampiaskan perbuatan itu,” kata NS.

RelatedPost