Wednesday, August 21Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Wanita Ini Bobol Bank 1,8 Miliar Demi Mobile Legends

Wanita Ini Bobol Bank 1,8 Miliar Demi Mobile Legends

Wanita asal Pontianak berinisial YS terpaksa berurusan dengan pihak berwajib. Wanita berusia 26 tahun itu diduga merugikan bank hingga Rp1,8 miliar dengan membeli fitur di game online Mobile Legends.

“Yang bersangkutan asal Pontianak, membobol bank hingga menyebabkan kerugian Rp1,8 miliar. Uang tersangka tidak berkurang usai membeli fasilitas di game tersebut,” tutur Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary, Sabtu (18/5/2019). Mulanya, YS membeli fitur pada game Mobile Legends menggunakan akun virtual. Namun ketika pembelian berhasil, uang di rekening YS tidak berkurang.

Mengetahui hal itu, YS justru melakukannya berulang kali hingga mengakibatkan bank mengalami kerugian hingga miliaran rupiah. “Harganya tidak langsung Rp1,8 miliar, tapi ratusan ribu. Perbuatan itu diulangi berulang kali. Tersangka tahu dan sadar bahwa fasilitas yang dibeli dari game itu tidak mengurangi uangnya,” ujar Ade.

Modus yang dilakukan YS dalam melancarkan aksinya yaitu dengan merubah nomor akun virtual miliknya. Dengan cara itu, YS bisa membeli fasilitas game Mobile Legends tanpa mengurangi uang di rekeningnya. “Beberapa digit angka di akun virtual yang diarahkan pada game itu ditambah oleh tersangka, fitur dari game pun didapat tanpa mengurangi uang di rekening,” ungkap Ade.

Pihak bank yang akhirnya mengendus ulah tersangka kemudian melapor ke Polda Metro Jaya Februari silam. Mei 2019, wanita pembobol bank dari Pontianak itupun berhasil diringkus. Ade Ary menjelaskan bahwa YS menyadari apa yang diperbuatnya telah merugikan pihak lain. Dimana, YS telah membeli sebuah peralatan di Mobile Legend namun tidak menggunakan uangnya. YS diketahui menggunakan cheat sehingga uang yang ada di akunnya tidak berkurang.

“Sehingga bank yang harus membayar Rp1,85 miliar. Ini kejadian bukan sekali tapi terus berkali kali. Tersangka sadar dan juga tahu bahwa dia membeli, tapi tidak mengurangi uangnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku juga mengaku uangnya hanya untuk membeli fasilitas yang ada di ML,” kata Ade.

Atas perbuatannya, YS dikenakan Pasal 362 KUHP dan atau Pasal 85 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2011 tentang transfer dana. Dan juga Pasal 3, Pasal 4 dan Pasal 5 ayat (1) Juncto Pasal 2 ayat (1) huruf p dan huruf z UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU.