Saturday, August 18Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Wanita Hamil Tetap Boleh Mudik Naik Pesawat, Asal Ikuti Aturannya

Mudik memang jadi rutinitas tahunan yang tidak akan pernah absen Anda lakukan, apalagi jika kini berada di kota berbeda dengan orang tua. Terlebih untuk umat muslim, pulang kampung saat Hari Raya menjadi kebutuhan utama, bahkan akan sudah mempersiapkan diri dari jauh hari. Namun bagaimana jadinya jika mudik kali ini dalam keadaan hamil.

Kondisi berbadan dua memang cukup menyulitkan, apalagi jika baru memasuki trimester pertama dan menjadi kehamilan anak pertama, sudah pasti akan sangat berhati-hati karena buah hati pasti sudah sangat dinantinya. Namun tidak ingin melewatkan acara pulang kampung, Anda tentu memilih transportasi yang lebih cepat sampai.

Sudah jelas pilihan utama jatuh pada pesawat terbang, namun ini masih memberikan rasa khawatir, sekalipun memilih berada di kelas terbaik. Pasalnya tidak sembarang ibu hamil boleh melakukan perjalanan udara, harus memenuhi standar tertentu.

Meskipun Anda merasa sehat dan tidak mengalami gangguan apapun, sekarang bisa saja terjadi, bagaimana setelah pesawat mengudara nantinya. Maka dari itu, setiap maskapai penerbangan diimbau untuk memberikan layanan berbeda untuk ibu hamil, pasalnya dalam kondisi khusus, bahkan harus lolos dari pemeriksaan terlebih dahulu.

Hal ini memang sudah menjadi kebijakan khusus, untuk memberikan layanan terbaik dan menghindari hal yang tidak diinginkan pastikan. Namun yang harus Anda ketahui, setiap maskapai penerbangan menerapkan standar tersendiri untuk membawa perempuan yang tengah berbadan dua, sudah pasti Anda tidak ingin batal mudik. Maka dari itu persiapkan beberapa hal yang pasti akan diajukan bahan pertanyaan begitu Anda menjawab sedang hamil di pemeriksaan awal.

Hal utama adalah surat rekomendasi dokter, biasanya setiap ibu hamil yang akan melakukan perjalanan jauh dengan pesawat harus mendatangi dokter kandungan untuk mendapatkan surat izin terbang, bahkan ini hanya berlaku 7 hari setelah pemeriksaan.

Baca juga : Ingin Cepat Sembuh Pasca Operasi Ceasar? Ikuti Cara Perawatan yang Benar 

Ini harus bisa Anda tunjukkan saat melakukan cek in atau pemeriksaan awal di bandara, bahkan ada beberapa maskapai penerbangan yang masih menyodorkan form keterangan tambahan untuk ibu hamil yang akan melakukan perjalanan dengan pesawat.

Lain lagi jika Anda sudah memasuki usia kehamilan 28 hingga 34 minggu, sekitar 7 bulan lebih, maka harus membuat surat pernyataan khusus, dimana ada rujukan dari dokter kandungan terbaik atas pertanggungjawaban terbatas. Ini merujuk banyak sekali ibu hamil yang nekad ingin terbang dalam kondisi hamil besar dan bisa melahirkan di tengah perjalanan.

Perhatikan juga saat meminta surat rujukan tersebut, pastikan mencantumkan rencana kepergian Anda. Misalkan akan pergi ke kota A selama berapa hari, karena surat rujukan perjalanan pesawat untuk wanita yang hamil di trimester terakhir hanya bisa dikeluarkan maksimal 30 hari dari Hari Perkiraan Lahir (HPL).

Bahkan jika Anda terpaksa harus melakukan perjalanan jauh dengan pesawat dengan kondisi hamil 32 hingga 35 minggu, dimana ini sudah memasuki usia kehamilan delapan bulan. Maka dibatasi jarak penerbangan, hanya bisa terbang maksimal 3 jam dan harus mendapatkan jeda minimal 1 x 24 jam. Hal ini untuk memberikan perlindungan pada bayi dan ibu hamil.

Tenang saja, semua anjuran ini untuk kenyamanan dan keamanan Anda sendiri, maka dari itu berikan informasi dengan benar. Jika memang Anda dalam kondisi hamil, memang akan mendapatkan prioritas dan layanan terbaik, namun jangan menyalahi aturan yang sudah ditetapkan maskapai penerbangan sebelumnya.

2 Comments

Comments are closed.