Sunday, November 17Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Wanita Di China Berhasil Diselamatkan Polisi Karena Pesan Sumpit

Wanita Di China Berhasil Diselamatkan Polisi Karena Pesan Sumpit

Biro polisi keamanan publik daerah Wenling, Provinsi Zhejiang, China, menerima panggilan darurat yang tidak biasa dari seorang wanita muda bernama Liu. Dilansir, The Global Times, Sabtu (15/6), Liu meminta bantuan polisi dengan sebuah kode. Kode yang disampaikan wanita berusia 20 tahun itu adalah ‘pemesanan sumpit dan telur’.

Polisi segera memahami maksud telepon itu, bahwa Liu dalam keadaan bahaya dan bertanya di mana dia berada. Polisi pun langsung menuju alamat yang diberikan Liu. Panggilan kode Liu tentang pemesanan sumpit diartikan sebagai angka 11 dan pemesanan telur mewakili angka nol. Jika digabungkan, hal itu merujuk pada nomor darurat China, yakni 110.

“Jika pesan seorang penelepon darurat tampak tidak masuk akal, kita dapat melihat bahwa mereka dalam bahaya,” kata seorang polisi. Ternyata, Liu ditahan oleh seorang pria di sebuah rumah. Pria yang tak disebut identitasnya itu tak membiarkan Liu pulang ke rumahnya. Keduanya baru saja berkenalan secara online dan melakukan kopi darat di rumah si pria itu.

Polisi kemudian berhasil menyelamatkan Liu dan mengembalikannya ke rumah. Sementara, polisi tak menahan pria itu dan memberinya teguran keras. Pengguna internet pun memuji cara cerdik Liu itu, tetapi memperingatkannya agar tidak sembarangan bertemu orang asing yang baru dikenal lewat online.

Memang aplikasi chat ataupun kencan online ini sangat rentan dengan penipuan. Seperti yang terjadi sebelumnya, Sejumlah aplikasi kencan online di China ditutup. Tindakan ini diambil oleh pihak berwenang setempat setelah terungkap bahwa wanita yang ada di platform tersebut adalah robot otomatis atau bot.

Menurut surat kabar Modern Express, polisi akhirnya telah menutup aplikasi kencan buatan 21 perusahaan di China. Tak hanya itu, polisi juga menahan lebih dari 600 tersangka di balik pembuatan aplikasi ‘bodong’ itu, kebanyakan dari mereka beroperasi di 13 provinsi.

Mereka dituduh bersalah setelah polisi menemukan bahwa pesan dari wanita yang ada di aplikasi kencan mereka adalah bot. Bot ini dijalankan secara otomatis dari program komputer. Polisi di provinsi Guangdong selatan sudah mulai menyelidiki kasus penipuan itu pada Agustus 2017. Setelah mencurigai satu aplikasi yang telah menipu penggunanya untuk melihat video porno yang kebenarannya tak ada.