Wednesday, November 20Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Waduh, Masinis Ini Jajan Di Warung Saat Berhenti Di Perlintasan Kereta

Waduh, Masinis Ini Jajan Di Warung Saat Berhenti Di Perlintasan Kereta

Sebuah video yang memperlihatkan seorang masinis keluar dari lokomotif saat kereta berhenti di perlintasan, lalu jajan ke warung, ramai di media sosial. Aksi masinis itu ramai diperbincangkan karena seolah sengaja memberhentikan kereta di perlintasan untuk jajan.

Melalui rilisnya, PT KAI menjelaskan kereta tersebut merupakan KA Pangrango rute Sukabumi-Bogor dengan nomor 393. Pada saat itu kereta sedang berhenti di Stasiun Parungkuda pada 31 Oktober 2019.

“Terkait video yang beredar luas di sosial media, kami klarifikasi bahwa penutupan perlintasan sebidang tersebut bukan karena sedang menunggu asisten masinis. Yang mana itu dari Lokomotif CC 206 13 33. Melainkan sedang menunggu penumpang yang naik dan turun kereta di Stasiun Parungkuda, Sukabumi.

PT KAI menjelaskan, setiap kereta api yang berhenti di Stasiun Parungkuda, lokomotifnya akan menutup Jalan Parakan Salak yang tepat berada di ujung emplacement stasiun. “Hal tersebut pun dikarenakan stasiun yang kecil dan emplacement stasiun yang tidak cukup panjang. Sehingga posisi Semboyan 10 G yang merupakan tanda berhenti lokomotif itu berada sejajar. Yang mana sejajar dengan perlintasan sebidang,” jelasnya.

KA Pangrango dengan Nomor 393 ini memiliki jadwal keberangkatan dari stasiun Sukabumi pukul 15.45 WIB dan tiba di Stasiun Bogor pukul 17.48 WIB. KA tersebut diketahui terdiri dari 1 Kereta Eksekutif, 1 Kereta Pembangkit, dan 3 Kereta Ekonomi.

“Tidak benar bahwa penutupan tersebut dikarenakan menunggu masinis yang sedang membeli makanan, kejadian penutupan perlintasan tersebut selalu terjadi setiap harinya dan merupakan hal yang normal terjadi di Stasiun Parungkuda,” kata PT KAI. Dihubungi terpisah, Vice Presiden Communication PT KAI, Edi Kuswoyo mengatakan yang turun ke jalan bukanlah masinis melainkan asisten masinis. Sedangkan masinisnya tetap ada di lokomotif.

“Kondisi kereta sedang menunggu waktu berangkat, jadi itu bukan sengaja. Jadi asisten masinis yang turun untuk beli minum, masinisnya tetap ada di lokomotif. Ya, enggak apa-apa, dia manusia butuh minum juga dan tidak mengganggu perjalanan,” kata Edi kepada kumparan. “Kemudian karena memang stasiun kecil dan emplacement sempit jadi memang tempat berhenti di situ. Jadi sekali lagi, masih sesuai SOP,” terangnya.