Saturday, May 26Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Untuk Pertama Kalinya, Alunan Orkestra Angklung Dimainkan Di PBB New York

Untuk pertama kalinya alunan dari alat musik tradisional Indonesia, orkestra angklung dimainkan di gedung kantor Perwakilan Bangsa-bangsa (PBB) di kota New York, pada Senin, 30 April 2018. Beberapa lagu daerah dari Aceh hingga Papua dimainkan pada kesempatan tersebut. Diiringi dengan tarian tradisional dari Indonesia. Tak kurang 500 orang delegasi dan diplomat dari 190 negara dibuat takjub dengan keindahan musik dan kesenian tradisional dari Indonesia tersebut.

Duta Besar Dian Triansyah Djani, Wakil Tetap (Watap) Indonesia PBB di New York mengungkapkan berita tersebut dalam siaran persnya baru-baru ini, seperti dikutip dari VOA (2/5/2018). Dimainkannya alat musik angklung untuk pertama kali di kantor PBB di New York masih berkaitan dengan rencana Indonesia mencalonkan diri untuk bergabung sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB tahun 2019 – 2020. Untuk itu digelar acara bertajuk “Bamboo for Peace: Enchanting sounds and rhythms of Indonesia.”

Acara dengan tujuan untuk mendapatkan dukungan dari diplomat PBB di berbagai negara tersebut diselenggarakan oleh PTRI New York dan didukung oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Washington DC dan Kementerian Pariwisata Indonesia dalam rangka World Day for Cultural Diversity for Dialogue and Development. Dalam pagelaran kesenian, para hadirin bukan hanya diajak menikmati kesenian tradisional Indonesia saja. Namun juga diajak untuk langsung memainkan musik orkestra angklung serta bernyanyi bersama-sama.

Dalam pagelaran hari itu didatangkan 30 orang seniman Saung Angklung Udjo dari Bandung, Jawa Barat dengan komunitas House Of Angklung, disertai penari dari Padepokan Jugala Taya. Mereka membawakan beberapa lagu tradisional seperti Bungong Jeumpa dari Aceh hingga Yamko Rambe Yamko dari Papua. Para diplomat yang hadir pun disaksikan begitu menyerapi dan mengagumi alunan kesenian musik khas dari Indonesia yang masih dilestarikan hingga saat ini tersebut.

Sebagai penutup pagelaran, ratusan dari para undangan yang hadir pun diajak untuk bersama-sama memainkan musik angklung. Mereka membawakan lagu “We Are The World” dari Michael Jackson yang menjadi perlambang usaha untuk menyatukan perbedaan demi persatuan untuk membawa perdamaian bagi dunia.