Saturday, September 21Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Ungkapan Partai Demokrat Tentang Tudingan Tidak Kampanyekan Prabowo-Sandi

Ungkapan Partai Demokrat Tentang Tudingan Tidak Kampanyekan Prabowo-Sandi

Partai Demokrat angkat bicara mengenai soal tudingan tidak aktif dalam mengampanyekan Prabowo Subianto dan juga Sandiaga Uno pada Pemilu Presiden 2019 nanti. Ketua DPP Partai Demokrat yaitu Jansen Sitindaon mengatakan, bahwa partainya saat ini sedang fokus dalam menghadapi Pemilu Legislatif 2019. “Tiap partai hari ini pasti sedang berpikir bagaimana menyelamatkan rumah tangganya ini tetap hidup di tahun 2019 nanti,” katanya, hari Rabu (14/11/2018).

Sebab, menurut Jansen Sitindaon, ambang batas parlemen saat ini memang cukup tinggi, yakni 4 persen. Banyak partai yang terancam tidak bisa mengirimkan kadernya ke parlemen karena tidak lolos Parliamentary Threshold (PT). “Karena memang PT 4 persen sangat tinggi sekali, dan risikonya partai almarhum di tingkat nasional. Risikonya itu bisa kematian. Siapa yang tidak takut menghadapi kematian? Mau tidak mau tiap partai dengan segala cara dan potensi yang ada, akan memaksimalkan kerja-kerja pada lima bulan ke depan ini agar mampu lolos 4 persen dan partai bisa tetap hidup,” paparnya.

Di satu sisi, Partai Demokrat tidak mendapatkan efek ekor jas dari mengusung Prabowo Subianto dan juga Sandiaga Uno. Dalam artian, ikut mengampanyekan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak akan berdampak signifikan terhadap meningkatnya elektabilitas Partai Demokrat. Ia mengatakan pula, hanya Partai Gerindra dan PDIP yang mendapatkan efek ekor jas, karena kadernya menjadi capres, yakni Prabowo Subianto dan juga Jokowi.

“Jadi tanpa mendukung Prabowo-Sandi pun angka kami sudah segitu dari kemarin. Membandingkannya sederhananya seperti itu,” ujarnya. Akan lebih fair, menurut Jansen Sitindaon, bila Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ikut mengampanyekan Partai Demokrat dan partai pengusung lainnya selain Partai Gerindra. Sehingga, menurutnya ada simbiosis mutualisme antara capres-cawapres dengan partai pengusungnya.

“Mengampanyekan Pak Prabowo, begitu juga Pak Prabowo mutar-mutar Indonesia juga kan? Jadi materi keberhasilan Pak SBY harus ikut juga disampaikan ke publik. Bahkan, lebih jauh lagi jangan juga sungkan mengatakan ke basis-basis pemilih yang mereka datangi itu, jangan lupa misalnya pilih demokrat atau PAN atau PKS. Karena memang suka atau tidak, hari ini publikasi paling tinggi kan di pilpres,” bebernya.