Sunday, January 20Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

UNESCO Sebut Siapa Sebenarnya Yang Berhak Memiliki Musik Reggae

UNESCO Sebut Siapa Sebenarnya Yang Berhak Memiliki Musik Reggae

UNESCO secara resmi menobatkan musik reggae sebagai warisan budaya dunia pada hari Kamis (27/11) yang lalu. Musik reggae dinilai dapat mewakili suara orang-orang yang termarginalkan, serta dapat dimainkan di berbagai kalangan gender, etnis, dan agama yang berbeda di masyarakat. Selain punya nilai seni yang cukup tinggi, UNESCO juga menilai bahwa musik reggae secara konsisten menjadi sarana untuk menyuarakan opini publik, pencair suasana, dan cara untuk memuja Tuhan.

Buat kamu yang suka musik reggae wajib berbangga. Soalnya, musik dari Jamaika yang satu ini telah mendapat pengakuan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO, salah satu badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Kamis (27/11) lalu. Menurut UNESCO, musik reggae dapat mewakili suara orang-orang yang dianggap termarginalkan. Musik tersebut dinilai dapat dimainkan di berbagai kalangan gender, etnis, dan agama yang berbeda di masyarakat.

“Kontribusi (reggae) terhadap wacana ketidakadilan, perlawanan, cinta, dan juga kemanusiaan menggaris bawahi dinamika dari elemen-elemen pemikiran, sosial-politik, sensual, dan juga spiritual yang menjadi satu,” tulis UNESCO dalam situs resminya.

“Musik (reggae) juga terus bertindak sebagai suara untuk semua,” tulis UNESCO kembali. Saat ini reggae telah dimasukkan ke berbagai tradisi budaya di dunia. Di antaranya seperti pengiring prosesi menunggang kuda di Sekolah Menunggang Kuda Spanyol di Wina, pengiring ritual menjinakkan unta di Mongolia, pengiring pertunjukkan boneka di Ceko dan lebih dari 300 budaya tradisional lainnya di dunia.

“Ini adalah hari bersejarah. Kami sangat, sangat senang. Ke manapun kamu akan pergi dan mengatakan dari Jamaika, maka jawabannya adalah ‘Bob Marley’,” ujar Menteri Kebudayaan Jamaika, Olivia Grange dilansir Jamaica Observer. Grange juga telah mewacanakan pengajuan genre reggae sebagai warisan budaya dunia ke PBB sejak 2016 lalu di negaranya.

Musik reggae muncul pada akhir tahun 1960-an dari genre ska dan rocsteady. Hanya saja tempo musik dari kedua genre tersebut lalu dijadikan lebih lambat dan lebih menonjolkan dentum bas dan rhythim gitar. Genre yang pertama kali dipopulerkan oleh Bob Marley ini ternyata juga mendapat pengaruh musik jazz dan blues dari Amerika Serikat. Genre ini cepat menyebar ke AS dan Inggris ketika banyak imigran Jamaika datang ke kedua negara tersebut pasca Perang Dunia II.

Di Indonesia sendiri, menurut penelusuran IndoReggae, musik reggae telah bergaung sejak tahun 1980-an. Sekitar tahun tersebut, band reggae bernama Abreso untuk pertama kali tampil dalam acara Reggae Night di Taman Impian Jaya Ancol.

Related Post

Bocah 7 Tahun Bekerja Menjadi Kurir Untuk Menyambu... Di hari ke-3 Asian Games nampaknya merupakan salah satu hari yang diberkati olehh Tuhan untuk para atleti Indonesia karena 3 Atletnya di Asian Games...
Inilah Pesawat-pesawat Kepresidenan Paling Mewah D... Memiliki pesawat kenegaraan tentu tidak hanya soal gengsi di hadapan pemimpin dunia, tapi juga soal keamanan kepala negara dalam bepergian. Mau tahu...
Kerajaan Inggris Memberikan Larangan Keras Untuk C... Kerajaan Inggris memang punya tatanan peraturan yang cukup ketat, ini membuat semua keluarga kerajaan harus patuh di dalamnya. Bahkan calon raja kedua...
Meghan Markle Masuk Nominasi Teen Choice Award 201... Kembali Ducches of Sussex, Meghan Markle yang baru resmi beberapa bulan menjadi istri Pangeran Harry mendapatkan sorotan dunia. Pasalnya berhasil masu...