Thursday, April 18Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

UAS Ditolak Bertausiah di Beberapa Kota, Ini Respon Cawapres Indonesia

Isu-isu agama entah sejak kapan mulai sangat santer dibawa-bawa dalam kisruh politik di negeri ini. Nampaknya banyak sekali orang di luar sana yang memanfaatkan isu agama masuk ke dalam partai politik yang akhirnya akan merugikan para pemegang kepercayaan karena banyak berita-berita yang akhirnya berkonotasi tidak penting dan membingungkan para masyarakat awam.

Salah satu contohnya adalah penolakan Ustad Abdul Somad untuk bertausiah di beberapa kota di Indonesia. Ustad yang terkenal karen gaya bicaranya yang santai dan ceplas-ceplos ini sudah beberapa kali harus membatalkan tausiahnya karena hal-hal yang bisa dibilang cukup membuat kita yang membaca menjadi cukup kecewa. Bagaimana mungkin negara yang mengacu kepada bhineka tunggal ika ini menjadi begitu tidak toleran dengan orang yang berbeda keyakinan dengan mereka dan parahnya ada yang satu keyakinan namun sudah bisa terpecah belah. Namun itulah kenyataan yang harus kita hadapi saat agama digunakan sebagai mmedia dalam kisruh partai politik.

Yang terakhir adalah UAS atau Ustad Abdul Somad mendapat penolakan untuk bertausiah di Jepara karen mendapatkan penolakan dari Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Jepara. Zaman sudah modern wahai kalian semua jika memang takut tausiah UAS akan bisa memecah belah bangsa atau agama atau tudingan lainnya apa pun itu silahkan tausiah itu di rekam lalu dilaporkan kepada pihak yang berwajib bukannya ditolak dengan cara yang sangat tidak menunjukkan rasa toleransi kepada sesama manusia.

Mendegar hal itu maka Calon Wakil Presiden untuk pilpres 2019 mendatang pun yaitu Maruf Amin mengatakan jika memang UAS merasa mendapatkan intimidasi maka laporkanlah ke pihak kepolisian. Jika ia tidak melaporkan maka itu bisa dibilang juga salah karena menutupi tindak kriminal yang dilakukan orang atau kelompok lain.

Oleh sebab itu sebaiknya bagi warga masyarakat Indonesia yang pintar dan beriman marilah kita saling bahu membahu untuk menciptakan rasa damai di dalam diri yang pastinya akan menular ke lingkungan sekitar dengan sesama manusia. Janganlah menjadi intoleran dengan tidak menerima perbedaan yang ada pada orang lain baik yang masih satu agama atau keyakinan ataupun yang berbeda keyakinan.