Monday, October 15Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Twitter Bersiap Tangguhkan Lebih dari 70 Juta Akun Penyebar Berita Hoax

Twitter membuat langkah tepat untuk mengatasi berita hoax dan penyebar berita kebencian, dimana sudah melakukan penangguhan hampir 1 juta akun setiap harinya. Ini bahkan dilakukan sejak beberapa bulan terakhir, untuk mengatasi aliran informasi palsu yang tidak mendasar, sehingga bisa membersihkan berita hoax tersebut dari platform media sosial mereka.

Tindakan ini lebih bagus dan mendukung langkah Menteri Komunikasi dan Informasi, dimana diharapkan untuk website terlebih media sosial untuk menghentikan laju berita bohong dan ujaran kebencian. Ini sudah dilakukan sejak Mei hingga kini, dimana layanan mikroblogging menyebutkan, jika sudah ada lebih dari 70 juta akun yang ditangguhkan. Jumlah ini bahkan belum ditambahkan dengan bulan Juli, sehingga akan tetap mengalami peningkatan.

Michael Pachter yang merupakan salah satu analisis Wedbush bahkan menyebutkan di Reuters, jika dirinya sulit mempercayai jika twitter bisa melakukan penangguhan pada 70 juta akun, padahal media sosial tersebut memiliki lebih dari 300 juta pengguna yang aktif setiap bulannya. Ini langkah tepat dan membantu membersihkan platform tersebut.

Perusahaan nampaknya membuat langkah preventif yang terbukti menguntungkan, pasalnya bukan hanya melakukan blokir namun langsung membuat langkah tegas dengan penghapusan akun tersebut. Tujuannya selain memberikan rasa jera, ini juga bisa memperbarui beberapa konten, dimana informasi palsu tidak mudah menyebar di beberapa akun lainnya.

Baca juga : Instagram Berikan Fitur Video Call Melalui Direct Message

Hingga kuartal kedua di 2018, pengguna twitter sudah bertumbuh hingga 3 persen, angka yang cukup besar untuk media sosial yang sudah berdiri sejak Mei 2006 lalu. Dimana sudah lebih dari dua dekade menghubungkan seluruh dunia dalam bentuk teks singkat, foto dan video berdurasi cukup panjang jika dibandingkan media sosial lainnya.

Namun Patcher menyebutkan, jika sebagian besar akun yang ditangguhkan twitter merupakan pengguna tidak aktif, sehingga langkah ini tidak terlalu efektif untuk mengurangi laju kencangnya informasi palsu. Apalagi mendekati event penting, seperti Pemilu di Indonesia beberapa waktu lalu, sehingga perlu langkah yang lebih efektif lagi.

Jika melihat dari catatan sebelumnya, Twitter sudah mengidentifikasi lebih dari 9,9 juta pengguna berpotensi menyebarkan spam. Jumlahnya ini meningkat dari perhitungan Desember 2017 lalu, dimana hanya 6,4 juta pengguna saja. Sehingga cara penghapusan akun dinilai kurang agresif, karena tidak berimbas pada penurunan jumlah informasi palsu yang menyebar setiap bulannya.

Related Post

Rahasia Syahrini Tetap Kuat Meski Kegiatan Padat d... Menjalankan Ibadan puasa di bulan Ramadan hukumnya wajib untuk umat islam, meskipun sedang berpuasa namun harus tetap menjalankan aktivitas sehari-h...
Selamat Atas Kelahiran Anak Kedua Iko Uwais dan Au... Iko Uwais dan Audy Item mendapatkan berkah tak terhingga di bulan suci ramadan, pasalnya telah lahir ke dunia dengan selamat anak kedua mereka. Menjel...
LPI Anugerahkan Gelar Ini Kepada Ratna Sarumpaet Nampaknya berita-berita mengenai Ratna Sarumpaet tidak berhenti mengisi layar kaca dan sosial media sampai saat ini. Berita dari penganiayaan samp...
Pasangan Dapat Dipercaya, Kenali Tanda-Tandanya! Pasangan dapat dipercaya menjadi dambaan setiap orang, apalagi jika Anda sudah punya suami atau pacar yang layak mendapatkan kepercayaan penuh. Maka h...

One Comment

Comments are closed.