Monday, December 10Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Twitter Bersiap Tangguhkan Lebih dari 70 Juta Akun Penyebar Berita Hoax

Twitter membuat langkah tepat untuk mengatasi berita hoax dan penyebar berita kebencian, dimana sudah melakukan penangguhan hampir 1 juta akun setiap harinya. Ini bahkan dilakukan sejak beberapa bulan terakhir, untuk mengatasi aliran informasi palsu yang tidak mendasar, sehingga bisa membersihkan berita hoax tersebut dari platform media sosial mereka.

Tindakan ini lebih bagus dan mendukung langkah Menteri Komunikasi dan Informasi, dimana diharapkan untuk website terlebih media sosial untuk menghentikan laju berita bohong dan ujaran kebencian. Ini sudah dilakukan sejak Mei hingga kini, dimana layanan mikroblogging menyebutkan, jika sudah ada lebih dari 70 juta akun yang ditangguhkan. Jumlah ini bahkan belum ditambahkan dengan bulan Juli, sehingga akan tetap mengalami peningkatan.

Michael Pachter yang merupakan salah satu analisis Wedbush bahkan menyebutkan di Reuters, jika dirinya sulit mempercayai jika twitter bisa melakukan penangguhan pada 70 juta akun, padahal media sosial tersebut memiliki lebih dari 300 juta pengguna yang aktif setiap bulannya. Ini langkah tepat dan membantu membersihkan platform tersebut.

Perusahaan nampaknya membuat langkah preventif yang terbukti menguntungkan, pasalnya bukan hanya melakukan blokir namun langsung membuat langkah tegas dengan penghapusan akun tersebut. Tujuannya selain memberikan rasa jera, ini juga bisa memperbarui beberapa konten, dimana informasi palsu tidak mudah menyebar di beberapa akun lainnya.

Baca juga : Instagram Berikan Fitur Video Call Melalui Direct Message

Hingga kuartal kedua di 2018, pengguna twitter sudah bertumbuh hingga 3 persen, angka yang cukup besar untuk media sosial yang sudah berdiri sejak Mei 2006 lalu. Dimana sudah lebih dari dua dekade menghubungkan seluruh dunia dalam bentuk teks singkat, foto dan video berdurasi cukup panjang jika dibandingkan media sosial lainnya.

Namun Patcher menyebutkan, jika sebagian besar akun yang ditangguhkan twitter merupakan pengguna tidak aktif, sehingga langkah ini tidak terlalu efektif untuk mengurangi laju kencangnya informasi palsu. Apalagi mendekati event penting, seperti Pemilu di Indonesia beberapa waktu lalu, sehingga perlu langkah yang lebih efektif lagi.

Jika melihat dari catatan sebelumnya, Twitter sudah mengidentifikasi lebih dari 9,9 juta pengguna berpotensi menyebarkan spam. Jumlahnya ini meningkat dari perhitungan Desember 2017 lalu, dimana hanya 6,4 juta pengguna saja. Sehingga cara penghapusan akun dinilai kurang agresif, karena tidak berimbas pada penurunan jumlah informasi palsu yang menyebar setiap bulannya.

Related Post

Negara Bagian Amerika Serikat,Massachusetts melega... Pada Hari selasa (6/6) komisi khusus yang menagani Game online,Game Fantasy Olahraga dan buku taruhan sepakbola bertemu untuk membentuk perangkat/sa...
Fadli Zon Bikin Ulah Lagi Dengan Berkata Ini Pada ... Fadli Zon kembali berulah lewa omongannya dengan memberikan peringatakan kepada Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) yaitu Yusril Ihza Mahendra. Di...
Akhirnya Freeport Resmi Jadi Milik Negara Kesatuan... Akhirnya masalah yang sudah menjadi pekerjaan rumah pemerintah selama ini berhasil sukses setelah Saham Freeport berhasil dikuasai oleh pemerintah a...
Cara Mudah Mencari Resep Masakan Indonesia Berbicara masalah kuliner, ternyata resep masakan Indonesia banyak dicari para chef dan pecinta kuliner di dunia, karena kelezatannya yang tiada tar...

One Comment

Comments are closed.