Tuesday, June 18Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Tradisi Unik Saat Lebaran Dari Berbagai Belahan Dunia

Tradisi Unik Saat Lebaran Dari Berbagai Belahan Dunia

Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran merupakan hari yang paling membahagiakan bagi umat Islam di seluruh dunia. Karena di hari inilah seluruh umat Muslim merayakan kemenangan setelah 30 hari berpuasa.

Saking bermaknanya, setiap negara bahkan memiliki tradisi Lebaran yang unik. Misalnya saja Indonesia yang dihiasi beragam tradisi, seperti Lebaran Ketupat di Kudus. Namun, selain itu, masih banyak tradisi lainnya yang juga disajikan saat Lebaran tiba. Apa saja?

  1. Uni Emirat Arab

Di hari pertama Lebaran, Uni Emirat Arab punya tradisi unik yang tidak berbeda jauh dengan negara-negara lain. Di sana Lebaran dirayakan dengan menghabiskan waktu bersama keluarga. Biasanya setelah salat Ied dan berdoa di pagi hari, para anggota keluarga akan berkumpul bersama dengan mengunjungi rumah para orang tua mereka.

Selain berkumpul, para anggota keluarga juga mengadakan acara makan siang bersama dengan menu berupa hidangan tradisional. Hidangan yang populer adalah Harees, yaitu bubur dari gandum dan daging. Ada pula Balaleet, mie bihun manis dengan telur dadar atau telur goreng. Tak hanya itu, ketika lebaran tiba biasanya kamu akan disambut dengan kalimat “Asakum Min Awada!.” Yang mana artinya adalah “Semoga Anda ada bersama kami untuk Idul Fitri berikutnya”.

  1. India

Ada kebiasaan unik yang dilakukan para perempuan di India menjelang Hari Raya Idul Fitri, yakni Chaand Raat. Tradisi tersebut dirayakan dengan cara menghias tangan dan kaki dengan pola yang cantik, serta menarik dengan menggunakan henna atau mehndi.

Mehndi, pakaian meriah, perhiasan, dan gelang tradisional berwarna-warni adalah bagian terpenting dari perayaan Idul Fitri bagi wanita di India. Pada hari itu, kamu juga akan melihat rumah-rumah yang dihiasi beragam pernak-pernik mewah, hidangan khas tradisional, seperti nasi biryani dengan daging kambing yang lezat, serta hidangan penutup tipis khurma (puding bihun yang terbuat dari susu, kismis, dan kacang cincang).

  1. Turki

Di Turki, perayaan Idul Fitri dikenal sebagai Şeker Bayramı atau festival panganan manis. Şeker Bayramı diselenggarakan selama tiga hari setelah Ramadhan usai. Saat Lebaran, anak-anak akan berkunjung ke rumah keluarga dan kerabat untuk mengucapkan salam. Tuan rumah akan memberikan makanan manis Baklava (makanan manis) sebagai ungkapan rasa cinta dan sayang.

Tak hanya itu, untuk menyemarakkan semangat Idul Fitri dan menghibur anak-anak, bisanya akan digelar ‘Karagoz ve Hacivat’, sebuah pertunjukan boneka yang dilakukan di tempat-tempat umum.

  1. Maroko

Sama seperti negara-negara lain, saat Idul Fitri masyarakat Maroko akan menuju ke masjid setempat untuk melakukan ibadah salat Ied dan dilanjutkan dengan kumpul-kumpul keluarga.

Tetapi, makanan menjadi bagian paling penting ketika Lebaran tiba. Para wanita di Moroko biasanya akan menghabiskan beberapa hari sebelumnya untuk menyiapkan kue kering Morrocan. Pancake Maroko buatan rumah yang disebut Msemen dan Baghrir adalah sajian yang wajib untuk sarapan bersama, dipadukan dengan teh mint.

Selain makanan, ketika Lebaran para pria akan mengenakan Djellaba atau jabador dengan sepatu tradisional Maroko atau yang disebut balgha. Sedangkan para wanita akan mengenakan gaun kaftan mereka yang elegan.

  1. Indonesia

Kurang lengkap rasanya jika tidak memasukkan Indonesia ke dalam urutan. Idul Fitri atau Lebaran di Indonesia juga dirayakan seperti negara-negara Muslim lainnya.

Setelah salat Ied, biasanya para anggota keluarga akan berkumpul dan melakukan Halal Bihalal atau bermaaf-maafan atas segala dosa yang telah diperbuat di masa lampau terhadap teman, kolega, tetangga, kerabat, dan keluarga. Tak hanya itu, ketupat dan kue kering menjadi sajian wajib yang akan kamu temukan ketika Lebaran. Biasanya ketupat akan disajikan dengan opor ayam ataupun semur daging yang menggugah selera.

Namun, salah satu tradisi yang terpenting ketika Lebaran di Indonesia adalah Mudik, di mana mereka yang meninggalkan kampung halamannya untuk bekerja di kota-kota besar, melakukan perjalanan kembali ke kota asal mereka untuk menghabiskan Idul Fitri bersama keluarga tercinta.