Tuesday, December 10Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Tiongkok Berhasil Menggabungkan Gen Otak Manusia Dengan Kera

Tiongkok Berhasil Menggabungkan Gen Otak Manusia Dengan Kera

Dikutip dari tempo.co, apa yang dilakukan oleh para ilmuwan tersebut terdengar seperti alur film fiksi ilmiah yang buruk. Para ilmuwan menentukan perubahan pada otak primata yang mendorong cabang pohon evolusi dengan cara yang revolusioner serta menakutkan.

Para ahli genetika telah mengidentifikasi dari sekian banyak gen yang berbeda antara manusia dan primata, tetapi menentukan gen mana yang mungkin menyebabkan perubahan dalam kimia otak terbukti sangat menantang. Dilaporkan oleh MIT Technology Review, para peneliti di Cina berfokus pada sebuah gen yang disebut dengan MCPH1, yang ketika rusak, maka akan menghasilkan bayi dengan otak yang lebih kecil dibandingkan biasanya.

Penambahan versi manusia MCPH1 ke embrio monyet telah menghasilkan 11 spesimen, tapi enam dari mereka telah meninggal dunia sebelum tes apapun dilakukan. Lima sisanya telah dikonfirmasi oleh para ilmuwan memiliki lebih banyak salinan gen manusia. ditugaskan untuk menyelesaikan tes memori dan menjadi sasaran sebuah pemindaian MRI.

Para peneliti yang terlibat dalam studi modifikasi otak bermaksud untuk melanjutkan pekerjaan mereka. Dan mungkin mulai bereksperimen dengan gen otak manusia yang berbeda di masa depan. Sebuah studi baru yang  dipimpin peneliti di Institut Zoologi Kunming, Cina menggabungkan gen otak manusia dengan kera. Para peneliti menciptakan spesimen transgenik yang menunjukkan keterampilan pemecahan masalah yang lebih maju dari pada kera yang tidak dimodifikasi.

Dikutip laman bgr, akhir pekan lalu, apa yang dilakukan para ilmuwan itu terdengar seperti alur film fiksi ilmiah yang buruk. Ilmuwan menentukan perubahan pada otak primata yang mendorong cabang pohon evolusi dengan cara revolusioner dan menakutkan.

Para ahli genetika telah mengidentifikasi banyak gen yang berbeda antara manusia dan primata, tapi menentukan gen mana yang mungkin menyebabkan perubahan dalam kimia otak terbukti sangat menantang. Beberapa gen dianggap terkait dengan ucapan tingkat lanjut, sementara yang lain tampaknya terkait dengan ukuran otak secara keseluruhan.

Seperti dilaporkan MIT Technology Review, tim peneliti Cina fokus pada gen yang disebut MCPH1, yang ketika rusak, menghasilkan bayi dengan otak lebih kecil dibandingkan biasanya. Penambahan versi manusia MCPH1 ke embrio monyet menghasilkan 11 spesimen, tapi enam dari mereka meninggal sebelum tes apa pun dilakukan.

Lima sisanya, yang dikonfirmasi oleh para ilmuwan memiliki banyak salinan gen manusia, ditugaskan untuk menyelesaikan tes memori dan menjadi sasaran pemindaian MRI. Menariknya, para peneliti mencatat bahwa otak monyet itu tidak lebih besar dari rekan-rekannya yang tidak dimodifikasi, tapi mereka melakukan lebih baik dengan latihan memori jangka pendek.

Jelas ada banyak masalah etika di sini, seperti apakah para ilmuwan harus merusak susunan otak primata. Penelitian ini telah menerima banyak kritik, dan beberapa peneliti menulis tentang bahaya dan perangkap etika mempermainkan otak yang kompleks atas nama sains.

Namun demikian, para peneliti yang terlibat dalam studi modifikasi otak bermaksud untuk melanjutkan pekerjaan mereka. Dan mungkin mulai bereksperimen dengan gen otak manusia yang berbeda di masa depan.