Monday, September 28Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Tina Toon Bilang Ini Sebelum Namanya Dicatut Dalam Kasus Meikarta

Tina Toon Bilang Ini Sebelum Namanya Dicatut Dalam Kasus Meikarta

Mantan artis cilik yaitu Tina Toon telah menanggapi lewat Twitter soal pencatutan namanya terkait suap proyek Meikarta yang ramai diperbincangkan akhir-akhir ini. Seperti diketahui sendiri, Tina Toon yang juga mantan seorang penyanyi cilik ini pada Pileg 2019 mendatang, ia mencalonkan diri sebagai calon legislatif dari Partai PDI-P. Tina Toon maju sebagai caleg DPRD DKI Jakarta Dapil II yang meliputi Cilincing, Koja, Kelapa Gading, dan Kep. Seribu.

Bersamaan dengan kabar suap Meikarta ini beredar, Tina Toon menuliskan cuitan di akun Twitter pribadinya @tinatoonlima, Senin (15/10/2018). Dalam cuitan tersebut, Tina Toon menuliskan agar netizen ini untuk menggalakkan say no to hoax (katakan tidak untuk hoax atau kebohongan). Namun benarkah Tina Toon terlibat dalam kasus suap proyek Meikarta?

Seperti diketahui, dalam kasus suap Meikarta ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menetapkan Bupati Bekasi, Neneng Hassanah Yasin dan tiga kepala dinas di Kabupaten Bekasi sebagai tersangka. Mereka diduga menerima suap yang mencapai Rp 7 miliar terkait perizinan proyek pembangunan Meikarta di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Mengenai pencatutan namanya ini, berikut cuitan Tina Toon di laman Twitternya @tinatoonlima.

Ada dua buah cuitan terbaru bersamaan dengan kabar KPK mengungkap kasus suap Meikarta. Dalam kedua cuitan tersebut, Tina Toon menuliskan dukungan gerakan anti hoax. Bahkan Tina Toon juga menyisipkan tagar #saynotoax. “Yuk kita semua dukung gerakan anti hoax.. kita tingkatkan integritas kita sebagai anak bangsa di dalam masyarakat bahkan di mata dunia #saynotohoax #tinatoonantihoax #tinatoon5,” tulis Tina Toon, Senin (15/10/2018).

Tina Toon mengajak teman-teman semua untuk mendukung gerakan anti hoax dan mari kita tingkatkan integritas kita sebagai anak bangsa, #saynotohoax, #gerakanantihoax, #tinatoon5, tulisnya lagi. Cuitan Tina Toon ini rupanya satu jam sebelum KPK mengungkap kasus suap Meikarta. Dalam penelusuran yang dilansir dari Kompas.com, KPK menemukan nama Tina Toon ini rupanya dijadikan sebagai kata sandi untuk menyamarkan nama-nama para pejabat di Kabupaten Bekasi di kasus suap Meikarta.

Tak hanya Tina Toon, nama Merlin, Windu dan juga penyanyi dijadikan sebagai kata sandi. Guna menyamarkan nama-nama kepala dinas tadi itu, ada Merlin, Tina Toon, Windu, Penyanyi, menurut Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif dalam jumpa pers di Gedung KPK Jakarta, Senin (15/10/2018). Selain Neneng selaku Bupati Bekasi, KPK juga menetapkan tiga kepala dinas dan satu pejabat sebagai tersangka yaitu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Bekasi Jamaluddin dan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Sahat MBJ Nahor.Lalu ada pula Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Bekasi, Dewi Tisnawati, serta menetapkan pula Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi, Neneng Rahmi sebagai tersangka.

Selain pihak pemerintah daerah Bekasi, KPK menetapkan empat orang lain sebagai tersangka pemberi suap. Masing-masing yakni, Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro. Lalu ada pula Taryudi dan Fitra Djaja Purnama yang menjabat sebagai konsultan Lippo Group. Dan menurut penyelidikan yang berlangsung ada pula satu tersangka pemberi suap lainnya adalah Henry Jasmen yang merupakan pegawai Lippo Group.