Wednesday, July 17Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Tilang CCTV DKI Sudah Siap Hukum Berbagai Macam Pelanggar

Tilang CCTV DKI Sudah Siap Hukum Berbagai Macam Pelanggar

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menambah fitur baru pada kamera CCTV untuk tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Penambahan fitur baru itu akan dapat mengetahui pengendara yang main ponsel ataupun tidak menggunakan sabuk pengaman atau seat belt.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya yaitu Kompol Muhammad Nasir menambahkan selain dua fitur itu, kamera baru tersebut juga dilengkapi speed radar. Hal itu guna untuk mengetahui pelanggaran lalu lintas yang melebihi batas kecepatan. “Yang baru fitur pelanggarannya sebagai berikut seat bealt (sabuk pengaman), penggunaan HP oleh pengemudi, ganjil-genap, batas kecepatan,” kata Nasir saat dikonfirmasi, Senin (1/7).

Menurut Nasir, kamera tersebut hanya akan menambah apa yang sudah ada sebelumnya. Sebab, tilang elektronik memang sudah berlaku sejak 1 November 2018. Saat itu, pelanggaran yang bisa terekam hanya saja sebatas melanggar rambu lalu lintas dan menerobos lampu merah. Sementara tambahan fitur baru ini akan mulai berlaku hari senin tanggal 1 Juli.

Penambahan kamera dengan fitur baru tersebut juga ditempatkan di 10 titik di Jakarta. Adapun titik penerapannya sebagai berikut :

  1. Jembatan penyeberangan orang (JPO) MRT Bundaran Senayan
  2. JPO MRT Polda Semanggi
  3. JPO depan Kementerian Pariwisata
  4. Jembatan penyeberangan MRT yang berada dekat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia
  5. Flyover Jalan Layang Non Tol Sudirman ke arah Thamrin
  6. Flyover Jalan Layang Non Tol Thamrin ke arah Sudirman
  7. Simpang bundaran Patung Kuda
  8. Simpang TL Sarinah Bawaslu
  9. Simpang TL Sarinah Starbucks
  10. JPO Plaza Gajah Mada

Kamera CCTV untuk tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) telah diperbarui. Kini berbagai jenis pelanggaran seperti menggunakan telepon seluler saat berkendara dapat dikenakan tilang. Namun, hal itu hanya berlaku untuk mobil.

Kasubdit Gakkum Kompol M Nasir mengatakan, saat ini penerapan ETLE masih sebatas untuk pengendara mobil. Sementara untuk pengguna sepeda motor masih berlaku sistem tilang konvensional. “Memang belum diterapkan buat motor. Kalau nanti sudah diterapkan buat motor ini jumlahnya mungkin 10 kali lipat,” kata Nasir saat dikonfirmasi, Senin (1/7).

“Jumlah kendaraan motor roda dua memang lebih banyak, lalu pelanggaran kendaraan bermotor otomatis akan lebih banyak. Makanya kalau itu berlaku juga untuk kendaraan bermotor pasti mungkin jumlah yang ter-capture bisa 5 kali lipat atau bahkan sampai 10 kali lipat karena jumlah kendaraannya juga lebih dari itu,” tambah Nasir.