Tuesday, September 29Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Tiga Perusahaan Ini Juga Dinyatakan Pailit Sebelum Bangkrutnya Sariwangi

Tiga Perusahaan Ini Juga Dinyatakan Pailit Sebelum Bangkrutnya Sariwangi

Belakangan ini kita baru saja mendapatkan kabar mengejutkan yang datang dari perusahaan produsen teh terkenal yaitu merek Sariwangi. Dilansir salah satu portal berita pada hari Kamis (18/10/2018), Sariwangi telah dinyatakan pailit atau bangkrut. Majelis Hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat sudah mengabulkan permohonan pembatalan homologasi dari PT Bank ICBC Indonesia terhadap PT SariwangiAgricultural Estate Agency, dan juga PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung.

Akibatnya adalah dua perusahaan perkebunan teh ini resmi menyandang status pailit. Dalam pertimbangan yang telah dilakukan, hakim menyatakan jika Sariwangi dan Indorub terbukti lalai menjalankan kewajiban sesuai rencana perdamaian dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang terdahulu. Namun tahukah kamu bahwa sebelum Sariwangi dinyatakan pailit ternyata ada beberapa perusahaan-perusahaan dengan merek yang sangat terkenal juga mengalami kebangkrutan.

Berikut ini adalah tiga perusahaan Indonesia yang dinyatakan bangkrut karena terlilit utang.

  1. Pabrik jamu legendaris Nyonya Meneer

Pabrik yang telah berdiri dari tahun 1919 sekarang ini telah dinyatakan bangkrut. Sesuai dengan laporan Pengadilan Negeri Semarang pada 3 Agustus 2017, bahwasanya PT Nyonya Meneer dinyatakan pailit atau bangkrut. Dilansir salah satu portal berita Indonesia pada 5/8/2017, perusahaan Nyonya MeneerĀ  telah memiliki hutang hingga Rp7,4 miliar. Fakta lain yang terungkap dari perusahaan jamu legendaris ini adalah tak mampunya mereka untuk membayar kewajibannya sesuai perjanjian.

Anggota majelis hakim PN Niaga Semarang, Wismonoto, menjelaskan bahwa pihak penggugat mengajukan gugatan karena tidak puas atas proses pembayaran hutang sebagaimana yang telah diatur dalam perjanjian damai.

  1. Batavia Air

Selanjutnya ada Batavia Air yang merupakan salah satu perusahaan maskapai penerbangan di Indonesia. Dimana mereka mengumumkan bahwa telah resmi tutup pada 2003 akibat pailit atau bangkrut. Batavia Air tercatat atau dilaporkan memiliki hutang hingga hampir mencapai Rp2,5 triliun. Salah satu penyebab hutang yang besar Batavia Air tersebut adalah disebabkan karena Batavia Air menyewa pesawat Airbus dari International Lease Finance Corporation (ILFC) untuk angkutan jamaah haji. Namun mereka pada akhirnya tidak mampu untuk melakukan pembayaran.

  1. Amplop Jaya

Kembali dilansir dari salah satu portal berita nasional pada Kamis (8/3/2018), Royal Standard (RS) Group yang menaungi produksi amplop Jaya dinyatakan bangkrut atau pailit. Menurut Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada hari Selasa (6/3/2018), perusahaan ini telah memiliki hutang senilai Rp333 miliar yang berasal dari 18 kreditur serta total Rp1,258 triliun beban tagihan RS Group dari total 23 kreditur. RS Group diketahui bergerak di bidang commercial printing. Salah satu brandnya yang cukup terkenal adalah amplop dan buku dengan merek Jaya.