Wednesday, January 16Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Tiga Bocah Pengidap HIV Di Samosir Terancam Diasingkan

Tiga Bocah Pengidap HIV Di Samosir Terancam Diasingkan

Tiga bocah pengidap HIV di Desa Nainggolan, Kabupaten Samosir, dilarang bersekolah karena masyarakat takut tertular penyakit yang serupa. Ketiga anak yang masih berusia dibawah 12 tahun terancam akan diusir dari Kabupaten Samosir. Ketiga anak pengidap HIV dilarang mendapatkan hak pendidikan di PAUD Welipa dan SDN-2 Nainggolan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

Sekretaris Eksekutif Komite AIDS HKBP, Berlina Sibagariang, mengatakan kepada VOA, masyarakat di Desa Nainggolan khawatir anak-anak mereka akan tertular penyakit HIV yang diidap ketiga anak itu. Hasilnya masyarakat tega meminta ketiganya agar dikeluarkan dari sekolah. Kita ingin adik-adik kita itu memperoleh haknya. Mereka adalah anak-anak yang memiliki hak untuk sekolah dan mendapatkan pendidikan,” kata Berlina, Minggu (21/10/2018).

Pihaknya juga mendapat ultimatum dari masyarakat bahwa tiga anak tersebut harus meninggalkan Kabupaten Samosir paling lambat pada 25 Oktober 2018. Komite AIDS HKBP pun masih melakukan mediasi dengan pemerintah dan masyarakat agar hal itu tak terjadi. Alasan mereka menolak anak-anak itu karena kita belum dapat izin dari pemerintah. Padahal itu punya HKBP dan mereka berhak tinggal di sana.

Mediasi telah dilakukan pihak Komite AIDS HKBP, dengan PAUD Welipa, Komite Sekolah SDN-2 Nainggolan, masyarakat Desa Nainggolan dan Pemkab Samosir. Hasil mediasi menyarankan agar tiga anak itu dipindahkan dari sekolah di Nainggolan dan menjalani “home-schooling” atau menjalani pendidikan sekolah di rumah. Namun Komite AIDS HKBP menolak saran itu karena “home-schooling” dinilai malah membuat ketiganya semakin merasa terisolasi.

“Anak-anak membutuhkan sosialisasi dengan teman-temannya. Mereka bisa berkembang ketika bermain bersama teman-teman sebaya. Jika home-schooling, mereka akan merasa bahwa tidak punya teman dan akan membuat anak-anak terpuruk. Maka dari itu kami berharap mereka diterima di sekolah,” ucap Berlian.

Di lain pihak Bupati Samosir, Rapidin Simbolon mengatakan pihaknya telah menyampaikan solusi dengan mengadakan kelas khusus secara terpisah bagi ketiga anak tersebut. “Kami sayang pada seluruh anak-anak. Namun sekarang ada pendapat berbeda di satu sisi orang tuanya meminta jangan digabungkan anak kami dengan yang terpapar HIV.”

Ada konteks dan program lain yang bisa menyelamatkan dua-duanya. Kami tawarkan pendidikan khusus terhadap anak yang terpapar HIV ini. Jadi tidak bergabung dan dibuat kelas khusus. Kalau HKBP mau ya syukur, namun jika tidak apa ya boleh buat,” ujar Rapidin. Ia juga mengatakan saat ini begitu besar desakan dari masyarakat untuk memindahkan anak-anak itu, tetapi menurutnya keputusan harus diambil dengan hati-hati. Kita coba selamatkan dua-duanya, baik yang terpapar maupun yang tidak. Perkembangan terakhir masyarakat sudah saya bilang jangan terus memaksakan harus pindah. Kita harus tunggu dan sabar agar memberikan pendapat yang sejuk dan damai, ujar Rapidin.

Tiga anak yang terdiri dari seorang laki-laki dan dua perempuan berinisial H (11), SA (10), dan S (7) memang bukan warga asli Nainggolan. Mereka adalah penduduk dari daerah luar yang didatangkan ke RS HKBP Nainggolan untuk dirawat. Pemkab Samosir lalu mendaftarkan ketiganya di sekolah, yaitu satu anak di PAUD Welipa dan dua lainnya di SDN-2 Nainggolan.

Related Post

Forbidden City Kini Mulai Membatasi Jumlah Kunjung... Forbidden City atau kota terlarang memang destinasi wisata yang tidak boleh dilewatkan jika berkunjung ke Beijing, China. Ini merupakan tempat berseja...
Akhirnya Edy Rahmayadi Jelaskan Mengenai Kisruh Lu... Ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Edy Rahmayadi mengakui keterlambatan pembayaran gaji pelatih Timnas Indonesia Luis Milla. Lantara...
Bau Kaki Lelaki Lelaki Ini Membunuh Seluruh Ikan D... Disela-sela kesibukan, Spa Ikan mungkin merupakan salah-satu terapi yang cocok untuk menghilangkan kepenatan. Spa Ikan adalah salah-satu terapi meng...
Netizen Sindir Edy Rahmayadi Dengan Mengatakan Hal... Pernyataan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Edy Rahmayadi mengenai evaluasi Timnas Indonesia pasca kegagalan di Piala AFF 2...