Sunday, September 27Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Tidak Boleh Lari Saat Gempa, Ini penjelasan Logisnya Untuk Keselamatan

Tidak boleh lari saat gempa, ini adalah imbauan terbaik saat terjadi bencana alam secara mendadak. Apalagi jika terjadi goncangan yang cukup kencang, seperti yang ada dalam gempa lombok. Anda tentu akan panik dan memilih berhamburan keluar rumah, namun ini bukan tindakan tepat saat terjadinya gempa.

Sebaiknya, saat mulai merasakan gempa. Anda mulai jongkok, melindungi kepala dengan tangan dan bertahan di tempat yang aman. Ini adalah pelatihan kecil saat terjadi gempa, serta tidak boleh lari karena bisa menimbulkan kepanikan pada orang lain. Ada baiknya, Anda tenang hingga goncangan berhenti, setelah itu baru keluar untuk mencari bantuan.

Kepanikan sudah jelas akan terasa dimana-mana, apalagi jika gempa saat kencang karena ditakutkan akan mengalami tsunami. Ini memang bisa saja terjadi, seperti apa yang dialami warga Aceh, namun terjadinya tsunami harus dengan penyebab yang jelas, misalkan gempa hingga mencapai minimal di atas 5 SR dan dekat dengan pesisir.

Dikutip dari penjelasan Southern California Earthquake Center, selalu juru bicara Mark Benthien mengatakan, jika tidak boleh berlari untuk menyelamatkan diri saat gempa. Hal ini hanya akan menimbulkan kepanikan semakin besar, ada baiknya Anda tenang dan langsung melakukan tindakan penyelamatan dini.

Mulai dengan berjongkok dan melindungi bagian kepala dengan tangan atau benda apapun yang cukup kuat di sekitar, baru setelah gempa mulai mereda keluar dari ruangan atau bangunan dan berada di tempa yang lebih lapang. Dimana berlari hanya akan membuat Anda bahaya, apalagi jika terjadi di keramaian, ini akan langsung menimbulkan korban jiwa, apalagi untuk anak-anak dan wanita.

Baca juga : Hoaks Gempa Lombok Kembali Tersebar Masyarakat Diharapkan Waspada

Lari bukan langkah tepat untuk penyelamatan, apalagi jika Anda berada di sebuah bangunan. Karena bisa tertimpa barang berat dan besar di sekitar, biasanya ini tidak jatuh karena terjadi goncangan kuat. Maka dari itu, Anda harus menghindari barang atau benda besar dan mulai berjongkok di tanah lapang, jika bisa ditempat yang luas.

Jangan coba untuk keluar ruangan saat goncangan sedang terjadi, ini bisa memicu runtuhnya tembok. Baru setelah gempa semakin berkurang, Anda bisa mulai menyelamatkan diri, sehingga bisa melintasi tembok atau barang yang lebih besar dengan aman. Biasanya yang akan jatuh adalah barang yang terlalu berat, seperti alat elektronik, tembok dan almari.

Selain itu, jangan lari saat gempa dan mencoba keluar dari bangunan. Ini hal yang banyak dipikirkan setiap orang, sehingga akan berdesakan di pintu keluar. Dapat pula menyebabkan runtuhkan tembok atau benda karena getaran pergerakan saat berlari tersebut, terlebih jika yang berlari bukan hanya satu dua orang saja.

Jika Anda masih merasa takut berada di bangunan, terlebih untuk gedung bertingkat sangat tinggi. Tenang saja, bangunan tidak akan mudah rubuh begitu saja, bagian yang pertama kali runtuh biasanya di bagian balkon dan fasad luar, sehingga jangan terburu-buru keluar bangunan saat terjadi gempa. Ini akan menimbulkan luka jika semua orang lari saat gempa.

One Comment

Comments are closed.