Sunday, January 20Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Tes Baca Al-Quran Bagi Capres Yang Bikin Timses Ketar-Ketir

Tes Baca Al-Quran Bagi Capres Yang Bikin Timses Ketar-Ketir

Ikatan Da’i Aceh usulkan tes membaca Al-Quran bagi capres dan cawapres demi mengakhiri polemik keislaman antar-kedua kubu. Menanggapi hal tersebut, juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Arya Sinulingga, menyatakan pihaknya siap memenuhi tawaran tes itu.

Kendati demikian, anggota Direktorat Hukum dan Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean, merasa tak perlu diadakannya tes uji baca Al-Quran. Menurutnya, Indonesia sebagai bangsa yang terdiri dari berbagai agama dan suku membutuhkan pemimpin yang majemuk, bukan yang pandai membaca Al-Quran.

“Untuk bangsa ini yang besar, hal-hal itu (tes membaca Al-Quran) tidak perlu dilakukan karena kita mencari pemimpin yang memimpin kemajemukan, yang dapat membawa Indonesia sejahtera ekonominya, rakyatnya adil dan makmur,” jelas Ferdinand saat dihubungi kumparan, Sabtu (29/12).

Timses dari capres-cawapres Prabowo-Sandi menyambut baik gagasan Ikatan Dai Aceh yang akan menggelar tes baca Al-Quran untuk capres-cawapres pada 15 Januari 2019. Salah satu jubir dari Timses Prabowo-Sandi, Faldo Maldini, menilai usulan para ulama di Aceh itu, adalah sebagai bentuk kegelisahan masyarakat atas perdebatan soal siapa capres paling muslim dan layak didukung umat Islam.

“Ini membuktikan bahwa publik jenuh dengan narasi ibadah yang dimainkan oleh kubu petahana ini. Bagi kami dari awal, memang tidak etis seorang politisi mempertanyakan persoalan privat seperti ini di ruang publik, yang dimulai oleh pihak petahana,” ucap Faldo Maldini kepada wartawan, hari Minggu (30/12). Wasekjen DPP PAN itu juga mengatakan perdebatan soal capres atau cawapres paling islami itu sudah memicu ketegangan di kalangan masyarakat. Beberapa isu yang mengemuka yaitu soal keislaman Prabowo, pelafalan teks Arab oleh Jokowi, dan juga yang lainnya.

“Substansinya untuk menghentikan perdebatan ini. Saya kira sebaiknya hentikan narasi politik yang memecah-belah, saya pancasila, Anda bukan, saya jujur, anda hoaks, saya demokratis, anda Orba,” terangnya. “Sekarang ini dengan modal foto petahana memimpin salat mau bilang saya saleh, Anda tidak. Ini kan harus cepat untuk diakhiri,” imbuh caleg DPR asal PAN itu.

Meski begitu, Faldo belum juga bisa memastikan apakah Prabowo dan Sandi akan bersedia untuk mengikuti tes baca Al-Quran ini. Dia menyebut bahwa Prabowo akan lebih senang untuk mendengar tausiyah ulama daripada membaca Al-Quran di depan ulama.

“Mas Prabowo tentunya akan lebih senang datang untuk mendengarkan tausiyah dan juga lantunan Al-Quran dari para ulama untuk memperkuat keimanan dan juga keilmuannya. Pastinya, Mas Bowo akan sangat sungkan sekali kepada ulama-ulama yang keilmuannya jauh lebih tinggi,” tuturnnya. “Nah habis dengarkan tausiah dan Al-Quran, kita menyanyikan Deen Assalam secara bersama-sama, lagu yang dibawain Sabyan Gambus itu,” pungkasnya.

Related Post

Bank Dunia Memberikan Pernyataan Ini Terhadap Para... Bank Dunia (World Bank) merilis survei terbaru yang mengungkap borosnya anggaran negara, untuk membiayai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Indonesia. Su...
Fenomena Sinkhole muncul di Sukabumi, Pertanda Apa... Belakangan ini banyak musibah atau bencana yang sedang terjadi di Indonesia bahkan seluruh dunia. Ada yang berupa bencana alam sampai kecelakaan yan...
Atlet Cantik Asal Jepang Ini Bikin Heboh Pada Perh... Asian Games baru beberapa hari yang lalu usai namun masih banyak cerita yang tersimpan di balik meriahnya ajang kompetisi olahraga terbesar di Asia te...
Berikut Ini Tiga Calon Klub Baru Aaron Ramsey Gelandang asal Wales Aaron Ramsey tidak akan meneken kontrak baru bersama Arsenal. Sekarang ini The Gunners harus membuat keputusan apakah mereka ak...