Thursday, April 18Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Terulang Lagi Kejadian Siswa Aniaya Tenaga Honorer Di Sekolah

Terulang Lagi Kejadian Siswa Aniaya Tenaga Honorer Di Sekolah

Kembali terjadi di lingkungan sekolah, video viral di media sosial menampilkan kekerasan yang dilakukan 5 siswa dan orang tuanya terhadap seorang staf SMP 2 Galesong, Sulawesi Selatan. Dalam video yang beredar, diketahui staf yang ternyata seorang security bernama Faisal dg Pole (38) mengalami luka robek di bagian dahi karena dipukul menggunakan gagang sapu besi.

Ironisnya, penganiayaan ini dilakukan oleh empat orang siswa SMP 2 Galesong bersama salah seorang orang tua siswa. Menurut akun Instagram @nyonya_gosip, kejadian ini bermula saat korban sedang memungut sampah di luar kelas kemudian lima orang siswa mengejek korban dengan kata “Pegawai anjing, pegawai najis” yang sontak membuat korban menampar salah seorang siswa menggunakan tangan.

Siswa yang tak terima, pulang dan menyampaikan perihal pemukulan ini kepada ayahnya. Tak lama kemudian orang tua siswa bernama Rasul dg Sarrang (48 tahun) mendatangi korban di sekolah.

Rasul memerintah anaknya, Iqra (12 tahun) beserta temannya sebanyak tiga orang yaitu Resa (12 tahun), Dani (12 tahun), dan Kaswandi (12 tahun) untuk memukul korban. Kemudian siswa tersebut secara bersama-sama memukul korban menggunakan sapu ijuk bergagang besi yang mengenai kepala korban sebelah kiri yang mengakibatkan luka robek. Tak hanya itu, Rasul juga ikut memukul korban dengan tangan sebanyak lima kali pada bagian kepala.

Atas kejadian tersebut, korban keberatan dan melaporkan kepada polsek setempat untuk diproses secara hukum. Dia didampingi oleh kepala sekolah SMP 2 Galesong, Hamsah dg Lallo (69 tahun) sebagai saksi.

Entah mengapa para siswa semakin tidak ada rasa hormat kepada orang yang lebih tua. Dan masih ada pula orangtua yang dengan seenaknya mengajarkan kepada anak-anak untuk melakukan kerasan dan bukannya mengajari anak pada hal yang lebih baik, seperti pada contoh kasus ini. Semoga saja semua pelaku dihukum sesuai dengan aturan yang berlaku agar bisa menimbulkan efek jera.

Pokoknya siapa pun yang salah baik itu, siswa, orangtua dan juga guru ataupun staf atau tenaga honorer atau siapalah, harus diberikan hukuman sesuai dengan perbuatan yang telah mereka lakukan. Yang paling penting semoga kejadian ini tidak terus berulang di dalam lingkungan pendidikan yang ada di Indonesia.

RelatedPost