Sunday, November 18Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Ternyata Selama Ini Kita Belum Menggunakan 4G Yang Asli

Ternyata Selama Ini Kita Belum Menggunakan 4G Yang Asli

Kehadiran 5G sudah semakin terdengar meski rencananya baru akan dikomersialkan pada tahun 2020. Namun antusiasme terhadap teknologi 5G cukup tinggi, terutama di kalangan tech geek. Selagi menunggu kehadiran teknologi terbaru tersebut, 4G pun masih menjadi andalan. Tapi jangan salah, sebenarnya, 4G yang kita gunakan sering masih dalam tingkat LTE, bukan 4G yang asli.

  1. Evolusi teknologi komunikasi bergerak

Mari kita membahas yang paling dasar sebelum membedah lebih dalam lagi. 4G merupakan teknologi generasi keempat komunikasi seluler, setelah sebelumnya kita mengenal 2G hingga 3G (termasuk GPRS 2.5G dan EDGE 2.75G). Lalu 1G-nya ke mana? Teknologi ini masih analog dan hanya berupa layanan voice yang sudah terlalu lama, sehingga kamu pun tidak mengalami masa-masa penggunaan teknologi ini.

  1. Konsep dasar 4G

Untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat yang menginginkan arus komunikasi serba cepat dan instan, para engineer telekomunikasi pun menyiapkan 4G. Dengan harapan, komunikasi antar pengguna jadi lebih efisien. Perbedaan yang paling dirasakan oleh pengguna saat menggunakan 4G sudah tentu ada pada speednya. Menurut standar IMT-Advanced (International Mobile Telecommunication Advanced), layanan 4G pada saat mobilitas tinggi seperti berada di kereta atau mobil mencapai puncak kecepatan 100Mbps atau 12,5 MBps. Sementara itu, untuk tingkat mobilitas yang lebih rendah, kecepatan bisa mencapai 1Gbps.

Ada perbedaan yang mencolok antara MBps dan Mbps. Yang pertama MBps merupakan dari Mega Byte per Second, sedangkan Mbps merupakan dari Mega Bit per Second. Adapun 1 Byte = 8 bit.

  1. Mengapa jadi LTE?

4G versi pertama diluncurkan dan dikomersialkan di Oslo, Norwegia, dan Stockholm, Swedia pada tahun 2009. Versi 4G yang pertama disebut dengan LTE (Long Tem Evolution) yang kita sering dengar sekarang ini. Namun kecepatan yang dihasilkan masih jauh dari standar 4G yang seharusnya. Hal ini pun bukannya tidak jadi perdebatan. Namun para operator di berbagai belahan dunia akhirnya lebih memilih untuk ‘mengakui’ LTE sebagai 4G. Nama yang dikenal LTE pun berubah menjadi 4GLTE sebelum akhirnya mulai bias menjadi 4G.

  1. Bagaimana di Indonesia?

Jawaban singkatnya belum ada 4G asli di Indonesia. Kamu bisa mengecek sendiri melalui tes kecepatan seperti speedtest.net, layanan 4G yang kamu gunakan dari operator tertentu. Walau demikian, 4GLTE memberikan dampak positif bagi para pengguna jaringan telekomunikasi. Operator telekomunikasi akhirnya memperluas cakupan jaringan 4GLTE ke berbagai wilayah di nusantara untuk mendukung pemerataan.

Related Post

Ini kata Ahmad Dhani dan Sandiaga Uno Terkait Dito... Deklarasi Ganti Presiden di Surabaya pada hari minggu, 26 agustus kemarin berjalan ricuh. Massa pendukung gerakan 2019 ganti presiden mendapat penol...
Pakar Otomotif Ini Bingung Karena Esemka Tidak Pun... Mobil Esemka yang akan diluncurkan pada Oktober 2018 ini menjadi bahan perbincangan dan menuai perhatian dari pemerhati otomotif. "Di bulan Oktober ...
Gempa dan Tsunami Terjang Donggala Dan Palu Dari S... Indonesia kembali berduka, kali ini datangnya dari Donggala dan Palu yang pada hari jumat petang kemarin dilanda gempa dan tsunami yang meluluh lant...
Hanya Karena Kebiasaan Sepele, Gadis ini Didiagnos... Dalam hidup ini terkadang manusia memang memiliki banyak kebiasaan yang unik. Kadang kebiasaan unik tersebut bisa berdampak positif dalam hidupnya n...