Saturday, August 17Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Ternyata Ini Alasan Pertama Diciptakan Vibrator Untuk Perempuan

Ternyata Ini Alasan Pertama Diciptakan Vibrator Untuk Perempuan

Vibrator kini menjadi salah satu mainan seks. Padahal, vibrator awalnya ditemukan karena dokter kelelahan membuat wanita mengalami orgasme. Semua bermula ketika dokter di zaman Victoria dihadapkan pada wanita yang menderita gangguan saraf dengan gejala kecemasan, mudah tersinggung, dan perut kembung. Dan dokter zaman dahulu mengaitkannya dengan kandungan wanita.

Dokter memilih pengobatan pijat panggul (pelvic massage) untuk menginduksi serangan tiba-tiba. Menurut dokter zaman itu, pasien bisa sehat lagi jika mengalami orgasme. Sayangnya, teknik pengobatan pijat panggul membuat dokter sibuk dan membutuhkan tenaga fisik berkali-kali lipat.

Dr. J. Mortimer Granville kemudian berhasil menciptakan vibrator yang menghemat tenaga di tahun 1880-an. Ketika penemuan elektromekanisnya itu telah dipatenkan. Awalnya vibrator itu murni digunakan sebagai alat medis, vibrator dibatasi untuk instalasi permanen dalam operasi dokter.

Namun vibrator baru menjadi sangat populer ketika wanita zaman Victoria dan Edwardian berusaha untuk mendapatkan perangkat tersebut secara pribadi. Dan juga “memindahkannya” dari ruang operasi ke kamar mereka. Perangkat tersebut kemudian digunakan juga untuk dunia kecantikan dan kesenangan.

Berbagai pengobatan dengan vibrator menjadi populer termasuk pengobatan Polar Cub untuk menyingkirkan keriput serta meredakan sakit kepala seperti dilansir Mashable, Rabu (1/6/2016). Orang juga bisa mengobati diri mereka di kamar pribadi atau pengobatan bisa dilakukan orang lain.

Vibrator saat itu terbukti efektif menyegarkan tubuh dan otot, mengatur aliran darah. Jenis dari Shelton Vibrator digunakan dokter untuk menyembuhkan lebih dari 200 penyakit. Termasuk ketulian, sakit kepala, insomnia, sakit pinggang, gugup, neuralgia, neurasthenia, paralysis, dan juga terkilir. Dan pada akhir abad ke-19, perangkat ini menarik perhatian massa.

Senter dan juga vibrator sama-sama menggunakan tenaga baterai untuk mengoperasikannya, sama-sama berbahan keras, dan berbentuk silinder. Dan ternyata, vibrator merupakan pengembangan dari lampu senter.

Lampu senter bertenaga baterai itu pertama kali ditemukan pada awal abad 20 oleh Imigran Rusia Akiva Horowitz. Ia datang ke New York pada tahun 1892 dan memiliki nama Amerika Conrad Hubert. Charlez Panati dalam bukunya berjudul: `Sexy Origins and Intimate Things` menjelaskan, Hubert bekerja dengan Joshua Lionel Cowen, yang menciptakan Lionel.

“Saat ia merekrut Condard Hubert, Cowen pun sudah memiliki `flowerpot elektrik` yang sempurna, dengan menggunakan baterai dan lampu.” Lampu tersebut ada di tengah Flowerpot sehingga akan menerangi flowerpot. Saat itu, Conrad Hubert sudah berkeyakinan flowerpot elektrik berpotensi didagangkan sehingga bosnya memerlukan paten sebelum dijual.

Namun, Hubert menemukan barang barunya itu tak bergerak dari rak toko menjadi overstock. Sehingga untuk menyelamatkan barang-barang itu, Hubert memisahkan lampu dari flowerpot, tempatnya yang berbentuk silinder.

Kemudian Hubert pun mendapat paten produk yang disebut dengan `portable electric light`. Alat tersebut panjang dan tebal serta memiliki kepala yang bisa diaktifkan dengan menggunakan saklar. Hubert menyarankan, tempat ideal untuk flashlight adalah meja di malam hari untuk keadaan darurat.

Penjualan barang temuan Hubert itu ternyata lumayan baik. Ia pun mulai membuka `American Ever Ready Company`. Ketika meninggal pada 1928, ia menjadi orang yang kaya raya. Ia meninggalkan US$ 6 juta untuk badan amal favoritnya.

Jadi terciptanya vibrator pribadi membutuhkan langkah kecil mulai dari senter berbaterai portabel. Sama halnya seperti Hubert yang mengubah flowerpot elektrik yang gagal ke senter, beberapa penemu lainnya cepat mengubah senter menjadi vibrator dan mendapatkan paten.