Wednesday, October 23Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Ternyata Bertengkar Dalam Suatu Hubungan Ada Manfaatnya Loh

Ternyata Bertengkar Dalam Suatu Hubungan Ada Manfaatnya Loh

Saat berpacaran, sebagian orang mungkin akan menghindari pertengkaran. Selain karena takut putus, bertengkar juga kadang dianggap sebagai tanda ada masalah dalam sebuah hubungan. Padahal, menurut sebuah survei, 44 persen pasangan percaya bahwa bertengkar lebih dari sekali dalam seminggu bisa membuat hubungan lebih awet.

  1. Kamu jadi akan benar-benar tahu bagaimana sifat asli pacarmu.

Selama bertengkar dengan pasangan, kamu bisa melihat bagaimana sifat sebenarnya dari pacarmu itu. Siapapun pasti juga ingin tahu bagaimana sifat pacarnya luar dan dalam. Dengan bertengkar, secara nggak sadar itu juga menolong hubunganmu karena kalian saling mengungkapkan bagaimana ‘the true self’ kalian.

  1. Bertengkar itu menghapus ketegangan di antara kalian.

Jika ada sesuatu yang memang tidak kamu suka dari pasanganmu, yang ada pasti saling sindir-menyindir. Secara pribadi, sebenarnya hal ini nggak baik karena nanti saat bertemu, hanya akan ada ketegangan dan rasa awkward di antara kalian. Nah, kamu dan pasanganmu butuh yang namanya bertengkar. Karena sekali bertengkar, kamu dan pasanganmu jadi saling tahu keinginan masing-masing.

  1. Bertengkar itu juga bisa membuat kamu tahu apa yang dilakukan pasanganmu kalau terdesak.

Setiap orang bertengkar dengan cara yang berbeda. Ada yang terbiasa memendam amarahnya, ada pula yang berteriak, ada yang banting-banting barang dan juga sebagainya. Dengar bertengkar, kamu jadi tahu bagaimana karakteristik pasanganmu dan apa yang dia lakukan kalau sudah terdesak.

P.S.: Yang paling seram adalah kalau dia memendam amarahnya lho, kamu harus hati-hati kalau pasanganmu ternyata punya sifat ini.

  1. Kamu jadi tahu kira-kira permasalahan apa yang bisa menyulut pertengkaranmu dengan pasangan.

Ini juga penting lho, terutama buat kamu yang ingin hubungannya awet sampai jenjang pernikahan. Banyak bertengkar bisa membuat kamu jadi tahu tanda-tanda kalau pembicaraanmu ini bisa menjurus ke pertengkaran. Dengan begitu, kamu juga bisa belajar cara menghindarinya atau juga membelokkan pembicaraan ketika status bencana sudah masuk kategori WASPADA.

  1. Kamu juga akan menghargai betapa pentingnya komunikasi dengan pasanganmu.

Karena kamu sudah tahu betapa satu senggolan dalam percakapan bisa menghasilkan pertengkaran yang besar. Kamu jadi lebih menghargai komunikasi yang berkualitas dengan pasanganmu. Kamu akan menghargai waktu-waktu dimana kalian bisa tertawa lepas akibat percakapan konyol dan waktu berkualitas ketika kalian membicarakan kehidupan. Kamu juga menjadi belajar betapa pentingnya untuk berhenti bicara dan lalu mendengarkan apa kata pasanganmu itu.

  1. Kalau dia tidak meninggalkanmu setelah bertengkar besar, kamu bisa tenang karena itu adalah salah satu tanda bahwa dia adalah jodohmu.

Kadang hubunganmu dengan sang pacar akan diuji dalam suatu pertengkaran besar. Akankah kamu bisa melanjutkan hubungan dengan pasanganmu atau memutuskan untuk berhenti menemui satu sama lain. Tapi kalau dia memang tetap bertahan di sampingmu setelah melalui pertengkaran super besar, yakinlah kawan, bahwa dia adalah jodohmu.

  1. Kamu juga jadi akan belajar untuk melihat suatu hal dari beragam sudut pandang.

Kebanyakan alasan saat bertengkar itu karena kamu memaksakan pendapat dari satu perspektif saja, yaitu pendapatmu sendiri. Dengan bertengkar, justru kamu belajar kalau satu permasalahan bisa dilihat dari banyak perspektif. Banyaknya sudut pandang juga bisa membuatmu lebih mudah menemukan jalan keluar. Kamu juga bisa sadar, bahwa kamu tidak bisa menjadi manusia sempurna karena pertengkaran itu.

  1. Kamu jadi paham, kalau kamu bisa mengarahkan pembicaraan dengan pacarmu.

Satu-dua kali bertengkar, kamu seharusnya sudah belajar banyak dari pertengkaran itu. Termasuk, belajar kalau segala sesuatunya bisa kalian arahkan. Kamu jadi sadar secara nggak langsung bahwa isu yang kalian bicarakan itu mau dibawa menjadi diskusi, debat, pertengkaran, atau perang dunia ketiga.

  1. Bukan hanya belajar untuk hubunganmu, tapi kamu juga belajar bagaimana mengenal dirimu yang sebenarnya.

Melalui argumen-argumen yang sudah kamu keluarkan, kamu mungkin akan kaget betapa terobsesinya dirimu pada satu hal. Kamu jadi bisa menilai dirimu sendiri melalui pertengkaran, isu-isu soal apa yang menjadi obsesimu. Entah apakah itu soal waktu ketemu atau pun hal-hal yang dikerjakan oleh pasanganmu. Dengan memahami isu tersebut, kamu tahu gimana kelebihan dan kekuranganmu juga.

  1. Tanpa pertengkaran, hubunganmu itu akan terasa hampa.

Tidak mungkin hubungan cuma ‘haha hihi’ saja sepanjang waktu. Kalau hubunganmu isinya hanya selalu rainbows and butterflies, well, kamu perlu khawatir dan bertanya pada dirimu sendiri apakah hubunganmu itu baik-baik saja. Hubungan yang cuma ‘haha hihi’ itu bisa jadi tidak bertahan lama lho! Karena tidak ada tantangan yang harus kamu lalui bersama dengan pasanganmu. Ingat lagunya Tulus kan? “Jangan cintai aku apa adanya… jangan..”

  1. Bertengkar juga mampu membuatmu melupakan apa yang disebut dengan dendam.

Bertengkar adalah saat-saat untuk melampiaskan semua perasaanmu. Bertengkar juga saatnya bagimu untuk melegakan perasaan dan meninggalkan yang namanya dendam. Dengan membuat perasaanmu lega, maka kamu bisa lupa dengan apa yang namanya dendam, yang mungkin bisa saja menyakiti pasanganmu.

Bertengkar sekali-kali itu boleh. Tapi patut diingat, jangan sampai ada hal-hal kecil yang bisa membuatmu dan juga kekasih jadi bertengkar besar. Karena segala sesuatu yang terlalu sering itu, hasilnya tidak akan pernah bagus.