Wednesday, September 30Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Terjadi Lagi Rumah Diblokade Tembok Oleh Tetangga Sendiri

Terjadi Lagi Rumah Diblokade Tembok Oleh Tetangga Sendiri

Jika kemarin Lukman Hakim menuliskan kata tenggang rasa di akun twitternya terhadap apa yang sedang hangat menjadi perbincangan belakangan ini nampaknya makna tenggang rasa seharusnya memang ada di seluruh bagian masyarakat Indonesia ditambah lagi dengan rasa toleransi antar warga negara. Namun itu nampaknya tidak berlaku bagi warga di suatu desa di Jawa Timur.

Memanjat tembok tetangga sebagai upaya yang harus selalu dilakukan oleh Abdul Karim dan istrinya Siti Khotijah setiap kali akan keluar atau masuk ke rumahnya sendiri. Begitu juga saat akan membawa barang dimana ia harus mengangkat dan melewatkannya ke atas tembok. Seperti yang ditayangkan oleh salah satu stasiun televisi swasta ini pada hari selasa 25 September kemarin, tembok tetangga telah dibangun di depan pintu rumah sehingga membuat keluarga ini tak bisa bebas untuk keluar masuk rumah.

Sehingga untuk beraktivitas sehari-hari keduanya harus melompati tebok yang panjangnya 6 meter tersebut. Berdasarkan surat tanah yang dimiliki keluarga Abdul Karim, sisa tanah yang ada di depan rumah adalah milik mereka. Namun karena perselisihan yang terjadi dengan tetangga di depan rumahnya sehingga terjadi hal ini yaitu tanah di depan rumahnya dipagari dengan tembok tinggi.

Aksi ini sudah terjadi sejak dua bulan lalu dimana saat itu tetangga memprotes adanya saluran air yang dianggap mengganggu dan tanpa diduga, tetangganya itu langsung membuat tembok persis di depan pintu masuk rumah Abdul Karim. Sebenarnya peristiwa ini sudah ada mediasi dan seharusnya tidak ada pemagaran. Namun entah mengapa saat penyelesaian pengukuran tanah tiba-tiba saja langsung dipagar. Saat warga ke kantor desa, petugas disana sedang tidak ada kata istri Abdul Karim yaitu Siti Khotijah.

Memang sebelumnya sempat terjadi cek-cok yang terekam dalam video amatir dimana kedua pasangan pasutri yang masih bertetangga ini terlibat adu mulut di Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh, Jombang, Jawa Timur. Dan untuk mendapatkan kembali akses jalan di depan rumahnya maka Abdul Karim dan keluarga berencana untuk menggugat tetangganya di Pengadilan Negeri Jombang. Semoga bisa diselesaikan dengan baik ya.