Tuesday, September 25Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Terapi Pembakar Gairah Seks

Tidak dapat dipungkiri, gairah seksual seorang suami atau istri adakalanya menurun atau bahkan hilang sama sekali terhadap pasangannya. Persoalan ini merupakan hal yang wajar dan manusiawi serta menimpah hampir semua pasangan. Penyebabnya bisa berbagai macam, seperti  rasa jenuh dan bosan akibat rutinitas keseharian, jadual kerja yang padat, stress, dan sebagainya.

Sudah barang tentu persoalan seperti ini tidak boleh dibiarkan, karena merupakan penyakit kejiwaan yang butuh obat untuk menyembuhkannya. Jika tidak, buntutnya akan menggerogoti keutuhan rumah tangga, entah itu menurunnya semangat kerja, stress yang berkepanjangan, atau melirik orang ketiga yang dipandang mampu memuaskan hasrat seksualnya.

Khusus untuk jawaban yang terakhir, hal tersebut sebenarnya merupakan upaya untuk membangkitkan kembali gairah seksual. Hanya saja upaya tersebut menurut pendapat para ahli adalah upaya pengobatan yang keliru. Karena meski beristri lebih dari satu, atau berganti-ganti pasangan, tidak lantas akan membuat gairah seksual seseorang akan selamanya berkobar. Boleh jadi diawal-awal terjadinya hubungan dengan orang ketiga gairah seksual tersebut akan muncul kembali, tapi kemunculannya tidak akan berlangsung lama. Karena kunci kenikmatan dan kepuasan dalam kehidupan seksual sesungguhnya bukan berada di antara kedua paha, melainkan berada di dalam pikiran. Jadi otaklah yang yang berperan penting dalam membangkitkan kembali gairah seksual.

Untuk merangsang fungsi otak agar terpacu kembali dalam memunculkan gairah seksual, dibutuhkan cara-cara khusu atau ssemacam terapi seks. Beberapa diantaranya adalah:

1. Saling Memandang

Ada sebagian orang yang lebih suka menutup mata saat melakukan hubungan intim. Perilaku ini sebenarnya salah, karena bahasa mata adalah pemicu yang paling jitu. Pandangan mata adalah langkah pertama dalam bentuk hubungan seksual primata.Dengan memandang, pasangan akan terpanggil untuk benar-benar menyadari kebersamaan, Hal itu memang tidak mudah untuk dilakukan pasangan yang terbiasa menutup mata saat berhubungan intim, atau mereka yang suka melakukan tekhnik hubungan seks masuk dari belakang. Tapi cobalah untuk mulai saling memandang, setidaknya pada saat orgasme terjadi. Jangan lantas sebaliknya, tatkala orgasme malah menutup mata untuk meresapi puncak kenikmatan yang dirasakan. Karena dengan membuka mata saat orgasme berlangsung, sebenarnya akan jauh lebih nikmat, sebab kita akan tahu, bagaimana ekspresi pasangan saat terjadi kontraksi hingga akhirnya mencapai klimaks.

Baca juga: Foreplay Favorit Wanita Akan Membuat Hubungan Intim Semakin Hangat

2. Berlatih Merasakan Kenikmatan

Metode terapi yang satu ini adalah metode konvensional, dengan aturan main yang cukup sederhana, yakni: saat sepasang suami-istri berada di dalam kamar, cobalah untuk saling memijit dalam kondisi tanpa busana. Syaratnya, tidak boleh menyentuh sama sekali alat kelamin pasangannya. Setelah mengenal semua lekuk-lekuk dan tonjolan tubuh pasangannya, lanjutkan dengan saling memijat pada daerah di bawah pinggang dengan tetap tidak melakukan hubungan yang sebenarnya. Tujuan dari terapi tersebut adalah untuk belajar bersama apa yang dirasakan sebagai kenikmatan masing-masing pasangan, karena setiap perasaan nikmat akan menurunkan tingkat kecemasan yang dirasakan oleh setiap pasangan yang tegang saat berada di tempat tidur. Langkah terakhir dari ‘Berlatih Merasakan Kenikmatan’ ini tentu saja adalah melakukan hubungan intim yang lebih bergairah.

3. Berfantasi Erotis

Salah satu penyebab hilangnya gairah seksual adalah rasa bosan yang dirasakan setiap pasangan. Ini adalah penyebab yang paling umum dan paling banyak melanda pasangan suami-istri. Untuk itu, terapi yang paling tepat adalah dengan mengingat kembali hal-hal yang membuat mereka tertarik satu dengan yang lain di awal-awal hubungan, mungkin dari tatapan matanya, aroma tubuhnya, senyumnya yang memikat, suaranya yang merdu, atau gerakannya yang menggoda. Sebab, menurut sejumlah penelitian, baik pria maupun wanita, dapat mencapai orgasme dengan hanya berimajinasi, berkhayal, dan berfantasi erotis, meski tanpa harus menyentuh alat kelaminnya. Sehingga tidak salah jika dikatakan bahwa otak adalah organ seksual paling penting yang dimiliki manusia.

Related Post

5 Cara Menggairahkan Kehidupan Seksual Anda dengan... Apakah anda dan pasangan mengabaikan pemanasan (pre-sex play) sebelum berhubungan seksual ? Pelajari bagaimana menjadikannya sebagai rutinitas anda se...
Mitos Atau Fakta, Hamil Muda Dilarang Berhubungan ... Hamil muda memang fase yang cukup rentan, ini akan terjadi pada wanita yang mengandung di trimester awal. Apalagi untuk ibu yang baru hamil anak perta...
Nyeri Menstruasi Dapat Hilang Dengan Air Hangat Nyeri menstruasi memang akan terjadi di hari pertama, apalagi pada remaja yang mengalami siklus bulanan pertama kalinya. Rasa nyeri berlebih memang te...
Seks Pagi Hari Terbukti Bikin Bahagia, Yuk Coba! Seks pagi hari banyak diyakini bisa memberikan kebahagiaan sepanjang hari, bahkan lebih menyenangkan dari pada melakukan hubungan di malam hari. Terny...