Sunday, August 19Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Taman Nasional Gunung Rinjani Menutup Jalur Pendakian Akibat Gempa

Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) ditutup untuk sementara, terkait masalah gempa. Hal ini bahkan ditegaskan lagi oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), dimana telah terjadi lonsor pada beberapa jalur pendakian ke Gunung Rinjani, hal ini diakibatkan oleh gempa lombok yang terjadi 7SR pada Minggu (05/08/2018) malam WITA.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kasbani, selaku kepala PVBMG bandung, untuk sementara beberapa jalur pendakian Gunung Rinjani ditemukan retak, ini tentu membahayakan untuk pendakian. Sehingga akan ditutup untuk sementara, ini terlihat pada papan selamat datang di jalur Plawangan, Sembalun, bahkan ada reruntuhan batu akibat terjadinya gempa.

Kasbani juga menjelaskan lebih lanjut terkait dengan gempa lombok, hal ini disebabkan adanya aktivitas patahan Flores Back Arc Thrust atau disebut juga dengan Sesar Naik Flores yang berada di sekitar lereng bagian utama Gunung Rinjani. Ini merupakan titik pusat gempa dan terdapat dataran di atasnya, sehingga mengakibatkan terjadinya kerusakan terparah.

Ditambahkan kembali, melihat kondisi retakan yang masih terjadi sehingga akan tetap terasa gempa namun dengan skala yang lebih kecil. Hal ini dapat berpotensi terjadinya reruntuhan batu dan bisa mengakibatkan longsor di sekitar area pendakian, maka dari itu taman nasional gunung rinjani di tutup untuk sementara waktu.

Baca juga : Hoaks Gempa Lombok Kembali Tersebar Masyarakat Diharapkan Waspada

Bahkan Kasbani untuk merekomendasikan agar jalur pendakian di tutup terlebih dahulu, hingga kondisi sudah terkendali dan terlihat dimana terjadinya longsor dan reruntuhan batu. Ini untuk keselamatan bagi setiap pendaki, dimana banyak terjadi rekahan yang akan berisi dengan air. Sehingga sangat berbahaya jika mendaki dalam kondisi tersebut.

Maka dari itu, untuk sementara bahkan waktu yang belum bisa ditentukan, taman nasional gunung rinjani akan ditutup. Dimana sudah terlihat jelas, untuk jalur pendakian Plawangan mengalami kerusakan cukup parah, bahkan gerbang pintu masuk juga runtuh akibat gempa. Dimana belum diperkirakan apa yang terjadi di jalur pendakian.

Selain itu, komunikasi dan transportasi di Lombok dan sekitarnya masih tidak terkendali, banyak terjadinya gempa susulan membuat trauma hingga muncul berita hoaks gempa susulan lainnya. Ini tentu membuat semua orang panik, dimana diimbau agar tetap tenang sehingga kondisi bisa terkendali dan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

One Comment

Comments are closed.