Tuesday, June 18Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Tahun Depan WhatsApp Akan Kedatangan Iklan Di Layanannya

Tahun Depan WhatsApp Akan Kedatangan Iklan Di Layanannya

Layanan messaging WhatsApp kabarnya akan segera disusupi iklan sebagai salah satu strategi monetisasi yang dilakukan. Hal ini telah diungkapkan oleh Facebook sebagai pemilik WhatsApp dalam acara Facebook Marketing Summit di Belanda minggu lalu.

Informasi dari acara tersebut dibagikan oleh Olivier Ponteville, digital marketing dari Be Connect lewat akun Twitter. Menurut penjelasan dari Facebook, iklan di WhatsApp akan tampil dalam fitur Status atau bisa disebut mirip dengan mode Instagram Stories.

Selain WhatsApp, Instagram dan aplikasi Facebook yang juga akan mendukung mode iklan yang dapat mengarahkan penonton untuk menuju ke aplikasi WhatsApp. Kembali ke mode WhatsApp Status, iklan yang tampil akan menjelaskan nama perusahaan di bagian kiri atas.

Ada juga mode Swipe Up untuk langsung menghubungi akun yang ditulis oleh pengiklan dan penerima iklan langsung dapat melakukan komunikasi. Misalkan untuk langsung belanja, menanyakan promo yang diberikan atau lainnya.

WhatsApp sebelumnya telah mengkonfirmasi bahwa mereka akan menampilkan iklan di aplikasi mereka. Namun pihak WhatsApp juga pernah menjelaskan bahwa privasi data pengguna akan tetap menjadi fokus perhatian mereka.

Bagi kamu yang belum tahu, aplikasi WhatsApp pertama kali muncul di tahun 2009. Dibuat oleh Brian Acton dan Jan Koum, WhatsApp sangat terkenal karena mudah, lengkap dan identik dengan pengguna iPhone.

Hingga akhirnya tahun 2014, WhatsApp dibeli oleh Facebook dan akhir-akhir ini mulai ada pembicaraan untuk memanfaatkan WhatsApp sebagai cara baru Facebook dalam monetisasi. Menurut rencana, pada tahun 2019 ini iklan di WhatsApp itu bakal mulai nampang. Sejauh ini setidaknya sudah ketahuan bahwa iklan tersebut juga akan muncul di bagian status WhatsApp.

“Ini juga akan menjadi model utama monetisasi untuk perusahaan dan juga kesempatan bagi para pebisnis untuk menjangkau orang-orang melalui WhatsApp.” Itu kata Wakil Presiden WhatsApp Chris Daniels pada akhir tahun lalu.

Hal itu juga sudah mengusik banyak pengguna WhatsApp yang merasa bahwa kelak layanan berbagi pesan kesayangan mereka itu bakal semakin dijejali oleh iklan. Hal ini seperti halnya platform populer lain macam Facebook dan juga YouTube.

Business Today menyebut bahwa Brian Acton, salah satu pendiri WhatsApp, sebelumnya juga sudah bicara dengan keras untuk menyatakan ketidaksetujuan terkait dengan keberadaan iklan. Hal itu pula yang ikut mendasarinya hengkang sejak November 2017, atau kira-kira tiga tahun setelah Acton dan Jan Koum memutuskan untuk menjual WhatsApp ke Facebook.