Friday, September 25Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Susi Sindir Sandiaga Agar Banyak Belajar Sebelum Bicara

Susi Sindir Sandiaga Agar Banyak Belajar Sebelum Bicara

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti nampak masih kesal pada Sandiaga. Hari ini Susi masih merespons tanggapan dari para netizen¬† yang pro maupun kontra akan ucapannya yang menyentil calon wakil presiden itu terkait perizinan penangkapan ikan. Awalnya pada hari Rabu, 17 Oktober 2018 sekitar 20 jam yang lalu Susi Pudjiastuti melalui akun Twitter resminya @susipudjiastuti berkomentar sambil melampirkan link berita tentang kekesalannya atas Sandiaga Uno yang mengatasnamakan nelayan mengeluhkan perizinan penangkapan ikan. Susi menyebutkan, “Makanya, apa saya bilang!”

Kemudian netizen bernama Virna P Setyorini menjawab cuitan Susi itu. Virna beranggapan bahwa Menteri Susi juga harus memberitahu Sandiaga Uno mengenai penangkapan ilegal di Indonesia. “Pak @sandiuno hrs dikasih tahu soal kondisi Illegal, Unreported, Unregulated (IUU) Fishing di Indonesia, Bu Susi,” ujarnya melalui akun @virna_ps, Kamis, 18 Oktober 2018.

Cuitan Virna itu langsung ditanggapi oleh Susi Pudjiastuti. Ia menyatakan bahwa sudah banyak literatur yang mudah diakses jika ingin mempelajari perizinan penangkapan ikan jadi tidak gampang terprovokasi lalu menjadikannya komoditas politik.¬† “Literatur, articles di media sosial, google, youtube mengenai ilegal fising / IUUF mudah diakses, tinggal kita mau atau tidak untuk ingin tahu dan mengerti, membaca serta pelajari lebih mendalam. Itu yang namanya pengetahuan sebagai modal dalam memimpin hidup kita,” ujar Susi melalui cuitan di Twitter.

Cuitan Susi itu hingga kini mendapat klik like oleh 402 pengguna Twitter dan di-retweet sebanyak 156 kali. Pernyataan Susi juga ditanggapai oleh banyak netizen. Susi Pudjiastuti sebelumnya geram atas tudingan Sandiaga Uno bahwa pihaknya mempersulit perizinan penangkapan ikan di Indramayu. “Saya marah, dan ini sudah diingatkan. Jangan anda bawa ekonomi perikanan ke ranah politik,” ujar Susi di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Rabu, 17 Oktober 2018.

Susi bilang bahwa kelompok yang disebut nelayan ialah orang-orang yang memiliki kapal berukuran di bawah 10 gross tonnage (GT). Jadi nelayan dibebaskan perizinannya karena hanya merupakan kapal kecil. Menanggapi tudingan salah satu cawapres itu, Susi menyatakan perizinan kapal diberlakukan untuk kapal berukuran 10-30 GT. Kemudian izin itu dikeluarkan pemerintah daerah setempat, bukan oleh kementerian yang dipimpinnya saat ini. Perizinan yang dikeluarkan Kementerian ditujukan bagi kapal-kapal besar berukuran di atas 100 GT.