Monday, October 15Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Sushi Holic, Mulai Kenali Batasan Makan Dalam Seminggu

Sushi makanan khas dari Jepang yang terkenal dengan kesegaran ikannya, ini adalah makanan sehat yang dapat di konsumsi setiap harinya. bahkan dikatakan makanan paling sehat di dunia, dimana rendah kalori sehingga cocok untuk program diet, selain itu semua bahannya baru, fresh, segar dan masih alami. Inilah kunci keenakannya, sehingga jangan heran sekali makan bisa menghabiskan dalam porsi besar.

Sesuatu yang baik jika dilakukan terlalu berlebihan tentu akan mendapatkan hal kurang bagus bukan, hal ini sama halnya saat memilih porsi makan sushi setiap harinya. Ternyata tidak boleh di konsumsi setiap harinya, bahkan ada batasan berapa porsi yang sebaiknya di konsumsi setiap pekannya. Ini untuk menjaga keseimbangan tubuh, sehingga tidak mengalami gangguan kesehatan.

Jika dilansir dari Womenshealthsa, ikan laut yang menjadi bahan baku utama memang sehat dan sangat bagus untuk tubuh, namun banyak mengandung merkuri. Ini merupakan sisa limbah pabrik yang memang sengaja di buang ke laut agar tidak mencemari lingkungan padat penduduk lainnya. Akibatnya ikan yang terkena dampak buruknya.

Dalam pembuatan sushi lebih banyak menggunakan ikan laut ukuran besar seperti mackerel atau tuna, dimana memiliki kandungan merkuri yang cukup tinggi karena hidup cukup lama di laut. Ada baiknya dalam sepekan Anda ahnya konsumsi 2 roll bahkan maksimal hanya 3 roll, jika dihitung per potongan, maksimal hanya boleh makan 15 buah shusi setiap minggunya.

Baca juga : Rendang Kuliner Khas Indonesia Siap Go Internasional

Jumlah yang cukup sedikit, pasalnya jika berada di restoran Jepang, Anda bisa pesan hingga beberapa roll dan berani menghabiskan sendiri. Namun apa yang dikatakan Claire Martin nampaknya patut dipertimbangkan, selalu Co-Founder Being Healthfull, dimana mengatakan jika ikan memiliki kandungan merkuri tertinggi. Dimana ini akan menjadi racun dalam tubuh, jika terjadi penumpukan maka bisa terjadi sakit kepala dan pusing, dampak langsungnya.

Namun apa akibat jangka panjang, kadar merkuri yang tinggi dalam tubuh akan membuat kerusakan otak, anak mengalami perkembangan yang terhambat bahkan terjadinya kegagalan organ untuk anak usia di bawah 5 tahun. Maka dari itu, ada baiknya jangan terlalu sering konsumsi ikan mentah, jika sudah matang maka tidak akan masalah.

Maka dari itu, konsumsi sushi untuk ibu hamil dan menyusui perlu di kontrol, tidak boleh melebihi batas yang sudah ditentukan. Bahkan jika bisa memiliki sushi yang sudah matang, karena khawatir kandungan merkuri masih terlalu tinggi dalam ikan. Ini akan menimbulkan risiko yang cukup besar, bahkan keguguran karena janin tidak dapat berkembang.

Sangat suka sushi, tenang masih ada solusinya. Ada banyak jenis ikan yang digunakan bukan, sebaiknya memiliki dalam ukuran kecil sehingga tidak terlalu banyak terkontaminasi kandungan merkuri. Seperti udang, salmon, belut dan kepiting. Bahkan jika, pilih yang sudah matang sempurna, rasanya tidak akan jauh berbeda.

Related Post

Jawaban Jack Ma Pada Soal Matematika Buat Semua Au... Siapakah yang tidak mengenal Jack Ma? Dia adalah sorang pebisnis sukses asal Tionghoa yang merupakan pemilik dari Alibaba group, yaitu salah satu pe...
Ulasan Tablet Xiaomi Terbaru, Mi Pad 3 Perusahaan gadget asal Tiongkok, Xiaomi baru saja secara diam-diam meluncurkan tablet terbarunya minggu lalu, yaitu Mi Pad 3. Berdasarkan keterangan...
Istana Game of Thrones Di Jual, Siapkan 9,5 Miliar... Istana game of thrones kini akan segera di jual, bahkan sudah di mulai pembukaan harga mencapai US$656 ribu atau setara dengan 9,5 miliar rupiah. Ista...
Merasa Bosan Ditempat Kerja Hingga Mengantuk, Ini ... Merasa bosan di tempat kerja sehingga sering menguap meskipun masih pagi, ini indikasi Anda sudah tidak nyaman lagi bekerja di tempat tersebut. Bosan ...

One Comment

Comments are closed.