Sunday, May 31Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Sudjiwo Tedjo Mengakui Sekarang Takut Melakukan Hal Ini

Sudjiwo Tedjo Mengakui Sekarang Takut Melakukan Hal Ini

Pekerja seni terkenal yang kita kenal dengan nama Sudjiwo Tedjo, mengatakan perbedaan yang dirasakannya saat zaman Susilo Bambang Yudhoyono dengan zaman sekarang. Dikutip TribunWow.com dari tayangan Indonesia Lawyers Club tvOne, Selasa (6/11/2018) yang bertema ‘Tampang Boyolali’ vs ‘Sontoloyo’, awalnya Sudjiwo Tedjo membahas mengenai pidato ‘tampang Boyolali’ yang diucapkan oleh Prabowo Subianto.

Menurutnya hal tersebut tidak masalah tergantung pada tujuannya. Dirinya menginginkan bahwa kubu Jokowi dan Prabowo adil. Ia juga menyarankan kalau Jokowi memiliki kekurangan, hal tersebut dapat diungkapkan oleh kubunya sendiri. Sudjiwo Tedjo juga mempertanyakan bahwa sekarang banyak orang yang menjadi sensitif akan beberapa hal.

“Dulu kita tidak sensitif begini, kenapa jadi sensitif? Apa karena daya beli masyarakat?” tanya Sudjiwo Tedjo. Sembari menunjuk ke depan, Sudjiwo Tedjo mengungkapkan jika dirinya tidak berani mengkritik Jokowi. “Saya sekarang ini tidak berani mengkritik Jokowi karena ini Raja di Twitter itu bisa langsung nyerbu,” ujarnya.

Padahal menurutnya, saat zaman SBY dirinya berani melontarkan kritikan di Twitter, tetapi sekarang Sudjiwo Tedjo mengaku tak berani mengkritik Jokowi. “Dulu pas jaman pak SBY saya berani nge-tweet, waktu pas SBY pidato di TV, mari saudara-saudara kita indahkan perintah pak SBY untuk menghemat energi, jadi ketika pak SBY pidato matikan TV. Aku berani gitu,” ujar Sudjiwo Tedjo.

Berbeda dengan zaman SBY, Sudjiwo Tedjo mempertanyakan kenapa ia tidak berani mengkritik Jokowi seperti dirinya mengkritik SBY dulu. “Kok sekarang saya nggak berani? Apa karena saya makin tua? Apa disebabkan oleh cebong-cebong ini ya, akeh mak gruduk (banyak),” ujar Sudjiwo Tedjo. Tak lupa juga Sudjiwo Tedjo memberikan saran serta nasehat pada Bapak Jokowi.

“Ada suatu lomba marathon yang menjelang finish saingannya ingin masuk final namun terjatuh lalu ditolong, yang artinya jika pak Jokowi ingin meraih kemenangan terhormat, maka jangan sampai lemahkan Prabowo, namun sebaliknya kalau Prabowo lemah bisa bantu untuk dikuatkan,” tambahnya. Dalam pertemuan Prabowo dengan tim pemenangannya di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada hari Selasa (30/10/2018), Prabowo pada intinya membahas tentang akses kesejahteraan yang memang menjadi agenda besar timnya.

Dikutip Kompas.com, adapun satu di antara topiknya membahas tentang peningkatan kapasitas produksi karena menurut data yang mereka terima, terjadi penurunan kesejahteraan di desa. Dalam isi pidatonya di hadapan para tim pemenangan, Prabowo menyebut istilah “tampang Boyolali” yang akhirnya menjadi viral dan menjadi perbincangan publik.

Adapun bunyi pidatonya seperti ini: “Dan saya yakin kalian nggak pernah masuk hotel-hotel tersebut, betul? (Betul, sahut hadirin yang ada di acara tersebut). Mungkin kalian diusir, tampang kalian tidak tampang orang kaya, tampang kalian ya tampang orang Boyolali ini. Betul? ((Betul, sahut hadirin yang ada di acara tersebut).”