Thursday, July 18Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Sudjiwo Tedjo Berkomentar Ini Pada Perilaku Orang Terhadap Korban Lion Air

Sudjiwo Tedjo Berkomentar Ini Pada Perilaku Orang Terhadap Korban Lion Air

Budayawan yang sudah sangat terkenal di Indonesia yaitu Sudjiwo Tedjo menanggapi video yang sempat viral beberapa waktu lalu di media sosial, pada Jumat (2/11/2018). Pada video itu menunjukan suasana di depan rumah duka seorang korban jatuhnya Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT610, Jannatun Cintya Dewi yang diketahui terletak di Dusun Prumpon, Desa Suruh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo.

Pantauan dari salah satu portal berita di video itu nampak terlihat adanya barisan pengendara yang mendorong sepeda motornya ketika sedang melintas di depan rumah Jannatun Cintya Dewi. Sementara itu sejumlah karangan bunga untuk Jannatun Cintya Dewi pun terlihat menghiasi di bahu jalan. Aksi pengendara sepeda motor yang menuntun sepeda motornya diduga dilakukan demi menunjukkan empati atas duka yang dialami oleh keluarga Jannatun Cintya Dewi.

Sudjiwo Tedjo pun nampak mengomentari aksi para pengendara motor itu, lewat media sosial Twitter pribadinya. Ia mengatakan bahwa hal tersebut juga dilakukan pada zamannya saat masih sekolah di sekitar tahun 1970-an. Namun bukan saat di depan rumah duka. Menurut Sudjiwo Tedjo saat itu ia berpapasan dengan guru, seorang murid yang sedang naik sepeda pun langsung turun dan menuntunnya.

“Di zamanku itu tahun 70-an, kalau papasan dengan guru yang sedang naik sepeda apalagi beliau sedang jalan kaki, kita para murid lalu turun dari sepeda dan menuntunnya,” terang Sudjiwo Tedjo. Setelah berpapasan pun, murid tersebut akan kembali menaiki sepedannya. “Setelah papasan baru kita naik sepeda lagi,” jelas Sudjiwo Tedjo. Sudjiwo Tedjo mengatakan hal itu terjadi di Situbondo yang tak jauh dari Sidoarjo.

“Itu di Situbondo, yang memang tak jauh dari Sidoardjo,” terang Sudjiwo Tedjo. Dikutip oleh salah satu portal berita, video yang menunjukkan aksi para pengendara menuntun sepeda motornya di depan rumah dari Jannatun Cintya Dewi diunggah oleh Bahana Patria di laman Facebook miliknya pada hari Kamis (1/11/2018). Selama 17 jam diunggah, video ini sudah memiliki lebih dari 19 ribu like, 2,4 ribu comment, dan telah dibagikan sebanyak lebih dari 10 ribu kali.

Video ini bahkan sudah dilihat lebih dari 461 ribu kali. Sang pemilik akun juga menuliskan, saat itu ia mengaku kaget melihat kejadian tersebut. Dijelaskan Bahana Patria, tradisi turun dari kendaraan ketika melintas di rumah duka merupakan tradisi di Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo. Melihat ini, ia mengaku bangga pada Indonesia yang masih menjaga nilai luhur dan budayanya.

“Kenapa semua orang menuntun sepeda motornya ya?’ tanya saya kepada teman. ‘Itu sebagai penghormatan sekaligus menunjukkan empati atas duka dari pemilik rumah,’ jawab teman saya. Saya sendiri kaget melihat kejadian tersebut. Padahal waktu itu sedang jam orang berangkat kerja. Dan saya melihat keheningan dalam pagi yang ramai. Mereka seolah merapal doa-doa yang ditujukan kepada pemilik rumah agar diberi kesabaran dalam menerima cobaan.

Di Desa suruh, kecamatan Sukodono, Sidoarjo, seorang korban musibah Lion air Jannatun Shintya Dewi telah tinggal. Perempuan usia 24 tahun tersebut merupakan korban pertama yang berhasil diidentifikasi untuk kemudian diserahkan ke keluarganya. ‘Masih ada Indonesia rupanya,’ pikir saya bangga. Walau ada yg menebak Indonesia akan hancur beberapa tahun mendatang.

Nilai-nilai luhur yang memang dilatar belakangi oleh keyakinan atas budaya menunjukkan rasa simpati dan juga empati memang sudah luntur di banyak tempat di Indonesia, malah ada pula yang terang-terangan berpindah kebudayaan ke bangsa yang lain. Namun di beberapa daerah ini, nilai-nilai itu masih mampu kokoh terjaga. Semoga nilai serta norma, yang selama ini membangun Indonesia akan terus menjadi bangsa yang bermartabat bisa selalu terjaga.

Indonesia belumlah punah, diketahui bahwa Jannatun Cintya Dewi adalah salah satu korban kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP JT 610 yang berhasil diidentifikasi pertama kali. Dikutip dari Kompas TV Live, Jannatun Cintya Dewi (24) warga Sidoarjo, Jawa Timur, merupakan anak dari Bambang Supriyadi sebagai suami dan Surtiyem sebagai isteri.