Friday, September 25Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Sudah Siapkah Pemerintah Terkait Fasilitas Umum Untuk Para Penyandang Disabilitas

Sudah Siapkah Pemerintah Terkait Fasilitas Umum Untuk Para Penyandang Disabilitas

Pada tanggal 6 sampai 13 Oktober 2018 nanti, Indonesia akan menjadi tuan rumah multi event olahraga bagi para penyandang disabilitas dalam tajuk Asian Para Games. Selain kesiapan venue, pemerintah juga harus memperhatikan fasilitas-fasilitas umum lainnya yang dapat mengakomodir kebutuhan para kaum difabel. Lalu bagaimanakan kabar dari fasilitas-fasilitas tersebut? Apakah sudah cukup atau masih jauh dari kata layak? Berikut adalah penjelasan dan kenyataan yang ada di lapangan terkait fasilitas-fasilitas penunjang untuk para kaum difabel di Asian Para Games 2018 ini.

Jika kita lihat di sekitar kawasan Gelora Bung Karno mungkin memang terlihat sudah banyak transportasi yang menunjang hal ini termasuk akses menuju stadion. Dalam venue telah dirombak untuk membuat panggung sementara sebagai tribune kursi roda. Di stadion Gelora Bung Karno sudah memiliki area disabilitas kursi roda. Kesiapan di Gelora Bung Karno dan Sentul sebagai penyelenggara Asian Games ini memang bisa dibilang telah siap. Di sisi transportasi telah ada mobil antar jemput gratis para penyandang disabilitas yang berjumlah 26 unit yang bisa mengangkut sekitar 200 orang dalam sehari.

Namun memang dari segi transportasi kesediaan akses untuk para penyandang disabilitas masih dalam proses pengembangan. Memang yang masih disayangkan akses untuk para penyandang disabilitas masih hanya ada di tempat-tempat atau kota-kota besar yang sedang ada event seperti ini, sedangkan di kota lain akan sangat suli disediakan tempa untuk para kaum difabel.

Untungnya untuk para atlet, Pemerintah telah siap dengan merenovasi 1000 kamar di wisma atlet, lalu membuat guiding block kuning dan silver serta ramp yang dikhususkan para pengguna kursi roda serta penambahan lift untuk membantu mereka semua yang akan berpartisipasi dalam Asian Para Games 2018.

Menurut Endra Atmawidjaja selakuĀ  Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR mengatakan bahwa prinsip di ruang publik itu adalah all access, jadi tidak boleh ada hambatan bagi siapa pun untuk mendapatkan pelayanan di ruang publik. Jadi kita memang perlu memahami bahwa tidak boleh ada hak yang dikurangi untuk para kaum difabel. Dan menurut salah satu Atlet Renang Indonesia di Asian Para Games 2018 ini, yaitu Jendi Pangabean, ini menjadi pekerjaan rumah untuk memperhatikan kaum disabilitas. Terkadang saat sedang memakai tongkat, kalau jalan jauh lumayan capek. Di bandara haru ada hal yang mendukung, misal ada kursi roda juga akses berjalan disabilitas seperti eskalator yang bisa sedikit memudahkan para penyandang disabilitas.