Wednesday, June 3Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Sudah Resmi, Ini Dia Ibukota Baru Indonesia Pilihan Jokowi

Sudah Resmi, Ini Dia Ibukota Baru Indonesia Pilihan Jokowi

Presiden Joko Widodo akhirnya memilih provinsi Kalimantan Timur menjadi ibu kota baru Indonesia. Secara khusus Jokowi menyebut lokasinya di 2 kabupaten yaitu Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara (Kukar).

Pemerintah telah melakukan kajian mendalam selama 3 tahun terakhir. Lokasi ibu kota baru yang paling ideal yaitu di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan juga Kutai Kartanegara. Itu kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8).

Sebelumnya, Gubernur Kaltim Isran Noor mengatakan, mengenai calon ibu kota baru Indonesia, Kaltim siap saja jika ditunjuk Jokowi. Isran yang diwawancarai awak media bahkan mengaku sudah menyiapkan kawasan Kutai Kartanegara yang siap menjadi ibu kota baru Indonesia.

“Kawasannya yang sudah kita sampaikan kepada Bapak Presiden, kita sampaikan kepada tim pengkaji, termasuk Kepala Bappenas yaitu Kabupaten Kutai Kartanegara dan nyambung ke Kabupaten Penajam Paser Utara,” ucapnya

Dia menjelaskan, dua kabupaten yang terhubung itu sudah ditawarkan pada Jokowi selaku pembuat kebijakan. “Dua kabupaten itu terhubung dan itu yang kita tawarkan yang kita sampaikan kepada Pak Presiden,” sebutnya.

Pengumuman ibu kota baru Indonesia dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan beberapa menteri Kabinet Kerja seperti Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri ATR Sofyan Djalil, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, dan Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. Hadir juga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor.

“Kalau enggak di Jakarta malah jadi semakin baik kalau menurut saya. Supaya pusat pertumbuhan, pusat ekonomi, ya, itu tidak terfokus di Jakarta,” ujar Djarot di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin (26/8).

Menurut Djarot, Jakarta yang selama ini sebagai ibu kota negara telah memegang peran sangat berat sebagai pusat seluruh kebutuhan. Karena itu, tugas pemerintah daerah menjadi berat ketika harus menangani berbagai permasalahan.

“Jakarta ini kan pusat segalanya, semuanya ada di sini, campur aduk. Saya sudah sering bilang, (pusat) pemerintahan, bisnis, pendidikan, wisata, terus industri juga ada. Sehingga daya tampung, daya dukungnya kalau sampai seperti ini ya berat. Siapa pun gubernurnya kalau seperti ini daya dukung ini. Iya enggak? Ini persoalan besar,” tutur dia.