Wednesday, October 17Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Sri Mulyani Diultimatum Presiden Gara-Gara Hal Ini

Sri Mulyani Diultimatum Presiden Gara-Gara Hal Ini

Menteri Keuangan Republik Indonesia, Ibu Sri Mulyani mengatakan pemerintah memberi dukungan penuh kepada sektor pariwisata karena bisa dibilang ini adalah sesuatu yang bisa diandalkan selain ekspor untuk meraup devisa. Oleh karenanya negara tidak ragu untuk berinvestasi besar dan bahkan Presiden Jokowi langsung mengultimatum dirinya agar anggaran untuk pariwisata tidak dipangkas. Padahal di anggaran yang lainnya, negara dipaksa harus berhemat.

Sri Mulyani mengatakan bahkan Bapak Presiden Jokowi sampai harus meneleponnya langsung agar anggaran untuk sektor pariwisata jangan sampai dipotong. Sri Mulyani juga mengatakan betapa sangat pedulinya Jokowi terhadap sektor pariwisata. Dari sisi anggaran untuk sektor pariwisata, Sri Mulyani megatakan anggarannya terus meningkat dan pemerintah juga mendorong industri pariwisata secara multi dimensi.

Anggaran untuk sektor pariwisata tidak hanya datang dari Kementerian Pariwisata, namun juga didukung oleh pembangunan infrastruktur dari Kementerian PUPR, penyaluran air bersih dan listrik dari BUMN. Sampai-sampai BUMN di bawah Kementerian Keuangan juga menyokong pembiayaan untuk sektor pariwisata. Jika dilihat memang dalam APBN ada pembangunan jalan, jalur kereta dan pelabuhan, namun penting pula untuk menyukseskan sektor pariwisatanya.

Saat ini diketahui pemerintah Indonesia memang sedang gencar mengembangkan 10 destinasi wisata yang disebut dengan “New Bali” yang biaya pengembangannya mencapai 500 triliun rupiah. Dari angka tersebut pemerintah menginvestasikan 170 triliun untuk anggaran yang digunakan oleh Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan dan Kementerian ESDM. Ada pula anggaran yang dalam bentuk pembiayaan pemerintah.

Dana pemerintah tersebut digunakan untuk membangun infrastruktur yang akan memudahkan akses menuju destinasi pariwisata tersebut seperti jalan, jembatan hingga fasilitas sekolah juga rumah sakit. Namun tentunya selain anggaran dari pemerintah ada pula pembiayaan melalui BUMN milik Menteri Keuangan. Namun pula dari semua itu tentunya dukungan dari swasta yang paling besar dilihat dari anggaran yang mereka berikan. Swasta mau masuk pastinya karena melihat ada potensi besar di sektor pariwisata Indonesia yang sedang dalam masa pengembangan dan pembangunan. Kita lihat saja bagaimana meningkatkan instrumen keuangan negara dalam sektor pariwisata Indonesia.

Related Post

Siapakah Tuna Netra Pertama yang Mampu Menaklukan ... Disamping gegap gempita Asian Games 2018, kita harus tahu pula bahwa di tahun ini setelah gelaran pesta olahraga terbesar di asia ini akan ada pula ...
Kehidupan Akbar, Dokter yang Dituntut Serba Bisa K... Akbar Wibriansyah (29) adalah seorang doker umum muda yang kini tengah menjalani stase guna menjadi dokter spesialis saraf. Sepanjang satu tahun ini...
Tradisi Tidur Di Atas Pasir Oleh Salah Satu Suku D... Manusia normal biasanya tidur dengan beralaskan kasur yang empuk di dalam kamar yang hangat yang bisa membuat tidur kita menjadi nyenyak. Namun tahuka...
Darimana Sebenarnya Logam Emas dan Perak Itu Beras... Asian Games telah berakhir, opening dan closing ceremony yang dihelat di Stadion Utama Gelora Bungka Karno berjalan sangat sukses dan lancar. Indone...