Thursday, December 5Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Sorry, Sobat Misqueen Dilarang Liburan Ke NTT Kata Orang Ini

Sorry, Sobat Misqueen Dilarang Liburan Ke NTT Kata Orang Ini

Viktor Laiskodat yang merupakan gubernur NTT menyatakan kawasan wisata di daerahnya dirancang untuk menjadi destinasi wisata kelas premium. Oleh karena itu, ia menyebut wisatawan yang tak berduit atau bukan termasuk golongan orang kaya dilarang berwisata di NTT.

“Oleh karena itu wisatawan yang miskin jangan sampai datang berwisata ke NTT. Karena NTT memang sudah dirancang untuk wisatawan yang berduit.” Begitu kata Viktor Laiskodat saat memberi kata sambutan dalam Festival Menipo di Kupang, NTT, Kamis, 14 November 2019.

Di acara yang juga dihadiri oleh sejumlah pejabat dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan juga pejabat di daerah itu. Viktor juga menyebutkan seluruh wilayah di NTT memiliki keindahan alam dan atraksi budaya yang juga tak dimiliki oleh daerah lain di Indonesia, bahkan di dunia.

Belum lagi baru-baru ini NTT juga dinobatkan sebagai oleh situs perjalanan Lonely Planet sebagai destinasi terbaik di dunia. Dan ia juga menganjurkan wisatawan untuk berwisata ke NTT pada tahun 2020. “Hal ini pun menunjukkan bahwa kawasan wisata kita itu mahal,” ucapnya.

Oleh karena itu, Viktor pun menyebutkan lebih baik wisatawan kaya yang datang ke NTT. “Yang datang harus kaya. Kalau tidak berduit dan datang masih tawar-tawar suruh dia ke daerah lain saja. Tolong mereka itu dikirim ke Jakarta, Bali atau Lombok sajalah,” katanya.

Viktor menjelaskan, soal wisatawan miskin dan kaya itu juga sudah disampaikan juga ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu. “Saya sampaikan ke Presiden bahwa kalau wisatawan miskin yang datang, maka kami di NTT itu banyak sekali yang miskin. Kami bosan lihat yang miskin-miskin,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa NTT itu kecil dan indah, karena keindahannya itu mahal dan sulit dicari. Karena kecil itu juga kata Viktor, keindahan NTT harus dijaga bersama dan dikembangkan secara bersama-sama sehingga menjadi besar.

Gubernur NTT Yang Sebut Wisatawan Miskin Tak Boleh ke Labuan Bajo, Ini Maksudnya

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat sempat menyebutkan bahwa Labuan Bajo dirancang untuk menjadi destinasi wisata kelas premium. Artinya, wisatawan atau turis asing yang berkantong tebal saja yang memang disarankan mengunjungi Labuan Bajo. Sementara yang berkantong tipis tidak dianjurkan datang dan berkunjung ke NTT.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan NTT, Lydia Kurniawati Christyana, mengatakan, ungkapan Gubernur NTT itu sebetulnya untuk menarik wisatawan asing datang ke NTT, utamanya yang berkantong tebal sehingga mampu menggerakkan ekonomi sekitar. “Pak Gubernur memang statement-nya selalu menohok.

Baca Juga :

 

Mungkin itu salah satu jawaban dia bahwa banyak lho potensi wisata di Labuan Bajo. Oleh karena itu, pemerintah juga sangat memikirkan bagaimana sarana prasarana diperbaiki terlebih dahulu.” Begitu kata Lydia Kurniawati Christyana di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Jumat (15/11/2019).

“NTT memang disasar untuk market. Potensi wisatanya luar biasa sehingga memang yang bisa datang ke lokasi-lokasi tadi adalah market premium. Dan kita perlu lihat (pernyataan), Gubernur itu maksudnya untuk menambah wisatawan yang datang,” ujar dia dalam kesempatan yang sama. Terlebih lagi, Pulau Komodo yang menjadi salah satu daya tarik Labuan Bajo masuk kategori World Heritage Site dari UNESCO.

Dengan demikian, kata dia, penting rasanya untuk memanfaatkan wilayah timur Indonesia menjadi destinasi wisata dan memicu pertumbuhan ekonomi. Sebelumnya diberitakan, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat menyebutkan bahwa pariwisata di NTT dirancang untuk menjadi destinasi kelas premium.

Oleh karena itu, kata Viktor, wisatawan asing yang berkantong tipis atau miskin tidak boleh datang dan berkunjung ke NTT. Penobatan itu, lanjut Viktor, menunjukkan bahwa di setiap tempat di NTT ada atraksi keindahan alam dan budaya yang akan dipenuhi wisatawan asing dari berbagai negara. “Karena itu, wisatawan yang datang itu harus kaya.