Wednesday, August 21Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Sony Xperia Yang Mulai Memperlihatkan Tanda-tanda Kematian

Sony Xperia Yang Mulai Memperlihatkan Tanda-tanda Kematian

Sony hanya akan fokus menggarap bisnis smartphone Xperia di wilayah yang potensial dengan basis konsumen yang masih besar, seperti Jepang, Taiwan, Hong Kong, dan beberapa wilayah Eropa. Sementara wilayah lain seperti India, Kanada, hingga Amerika Serikat akan mulai ditinggalkan. Indonesia sendiri sudah ditinggalkan Sony Mobile sejak tahun 2016 lalu.

Kendati demikian berdasarkan laporan tersebut, Sony masih membuka kemungkinan untuk para konsumen setia yang masih ingin memiliki produk ponsel pintar dari Sony. Sony masih akan menjual sejumlah produk smartphonenya meski wilayah tersebut bukan lagi menjadi prioritas utama perusahaan. Hanya saja, Sony tidak akan lagi memberi dukungan teknis seperti garansi dan perbaikan.

Dikutip dari Android Headlines, Kamis (23/5/2019), kabar ini sebenarnya tidaklah mengejutkan. Pasalnya beberapa waktu terakhir memang muncul desas-desus bahwa Sony akan segera meninggalkan bisnis smartphone dalam waktu dekat.

Lini bisnis smartphone yang terus saja menunjukkan tren negatif, membuat Sony Mobile harus cepat memutar otak. Meski Sony memang belum mau menyerah sepenuhnya. Namun tanda-tanda “kematian” ponsel Xperia buatan Sony terasa semakin nyata.

Berdasarkan laporan strategi perusahaan untuk tahun fiskal 2019, Sony diketahui mulai “menyerah” di beberapa negara/wilayah pemasaran. Menurut laporan tersebut, Sony mulai menarik diri dari bisnis smartphone Xperia di beberapa wilayah secara global.

Hal itu disebut sebagai salah satu strategi jangka pendek untuk memangkas biaya operasional dan fokus untuk mengembangkan layanan, serta memperkuat brand. Sony hanya akan fokus menggarap bisnis smartphone Xperia di wilayah yang potensial dengan basis konsumen yang masih besar, seperti Jepang, Taiwan, Hong Kong, dan beberapa wilayah Eropa.

Sementara wilayah lain seperti India, Kanada, hingga Amerika Serikat akan mulai ditinggalkan. Indonesia sendiri sudah ditinggalkan Sony Mobile sejak tahun 2016 lalu. Kendati demikian berdasarkan laporan tersebut, Sony masih membuka kemungkinan untuk para konsumen setia yang masih ingin memiliki produk ponsel pintar dari Sony.

Sony masih akan menjual sejumlah produk smartphone-nya meski wilayah tersebut bukan lagi menjadi prioritas utama perusahaan. Hanya saja, Sony tidak akan lagi memberi dukungan teknis seperti garansi dan perbaikan seperti dikutip Android Headlines. Kabar ini sebenarnya tidaklah mengejutkan. Pasalnya beberapa waktu terakhir memang muncul desas-desus bahwa Sony akan segera meninggalkan bisnis smartphone dalam waktu dekat.