Wednesday, August 21Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Siapakah Di Balik Ambulans Berlogo Gerindra Yang Berisi Uang Dan Batu

Siapakah Di Balik Ambulans Berlogo Gerindra Yang Berisi Uang Dan Batu

Polisi mengungkap identitas pemilik mobil ambulans berlogo Partai Gerindra yang membawa batu terkait kerusuhan 22 Mei di Jl Sabang, Jakarta Pusat. Disebutkan, kepemilikan mobil itu tercatat atas nama PT Arsari Pratama. “Mobil ini diketahui atas nama PT Arsari Pratama yang beralamat di Jakarta Pusat.” Menurut penjelasan dari Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (23/5).

Dirangkum detikcom dari berbagai sumber, Jumat (24/5/2019), PT Arsari Pratama merupakan sebuah usaha yang bergerak di bidang pertambangan hingga perhutanan. Mereka menaungi 20 unit perusahaan. Polisi pun akan segera memanggil saksi dari PT Arsari Pratama terkait mobil ambulans tersebut. Namun, belum disebutkan kapan pemanggilan itu diagendakan.

“Kan disitu ada PT-nya, nanti akan kita panggil sebagai saksi. Nanti kalau sudah berhasil kita panggil kita akan tahu keterangan PT seperti apa,” kata Argo. Terkait mobil ambulans tersebut, saat ini polisi telah mengamankan tiga orang. Ketiga tersangka adalah Yayan Hendrayana alias Yayan (59), Obby Nugraha alias Obby (33), dan Iskandar Hamid (70). Mereka berhasil diamankan di kawasan Sabang, Jakarta Pusat, pada Rabu (22/5) dini hari.

Polisi menyebut mobil ambulans tersebut dikirim ke Jakarta atas perintah Ketua DPC Gerindra Tasikmalaya. Argo membenarkan mobil ambulans itu milik Gerindra. “Intinya itu ada perintah dari ketua DPC bertiga itu berangkat ke Jakarta,” kata dia. “Tujuannya wilayah mengirimkan ambulans ke Jakarta adalah untuk membantu korban di kegiatan 22 Mei,” imbuh Argo.

Setelah diperiksa, Argo menyatakan mobil ambulans tersebut tak punya kualifikasi petugas medis. Dalam ambulans itu tak ada perlengkapan medis, tapi justru ditemukan batu yang diduga terkait rusuh 22 Mei. “Jadi ambulans tersebut sama sekali tidak mempunyai kualifikasi sebagai petugas medis. Kedua yaitu di mobil tersebut tidak ada perlengkapan medis atau obat-obatan minimal P3K, itu tidak ada,” tutur Argo.

Siapa pun yang ada di balik ini semua pastilah memang punya maksud buruk pada Indonesia. Orang itu ingin sekali memperkeruh keadaan yang memang saat itu sedang tidak kondusif. Semoga massa dan para pendemo bisa menyalurkan aspirasinya dengan cara yang lebih pintar dan juga lebih baik. Jangan sampai merugikan masyarakat yang lainnya yang  sangat cinta perdamaian di Indonesia ini.