Monday, September 28Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Setiap Tahunnya Selalu Ada Korban Meninggal Karena Kerusuhan Suporter Di Liga Indonesia

Setiap Tahunnya Selalu Ada Korban Meninggal Karena Kerusuhan Suporter Di Liga Indonesia

Anak muda bernama  Haringga Sirla menambah daftar korban kekerasan suporter sepakbola Indonesia. Sebelum Haringga ada banyak korban yang berjatuhan akibat buruknya manajemen klub terhadap para suporternya dan juga para suporter sepakbola Indonesia yang tidak pernah bisa dewasa demi kemajuan sepakbola Indonesia.

Peristiwa suram ini bukan yang pertama terjadi namun semoga menjadi yang terakhir dalam persepakbolaan Indonesia. Fanatisme berlebihan pada klub kesayangan memang pasti tidak akan bisa membuahkan hasil yang baik. Berikut akan kami sampaikan beberapa korban kerusuhan suporter sepakbola yang telah banyak menelan korban.

Pada tahun 2012 ada seorang bobotoh asal Persib Bandung bernama Rangga Cipta Nugraha yang menjadi korban dari oknum suporter lain karena ditusuk saat terjadi kericuhan di Stadion Gelora Bung Karno. Ia sempat dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan. Selanjutnya di tahun 2013 ada korban bernama Erik Setiawan yang merupakan Bonek Persebaya Surabaya yang meninggal akibat dikeroyok rombongan Aremania setelah terlibat bentrok di luar lapangan.

Di tahun 2014 kembali terjadi kerusuhan suporter sepakbola Indonesia yang memakan korban yaitu kali ini datang dari suporter Aremania yang bernama Khoirul Anam yang tewas dikeroyok gerombolan Bonek hingga tewas di Tol Simo. Di tahun 2016 ada pemuda bernama Harun Al Rasyid seorang Jakmania yang juga tewas dikeroyok dalam perjalanan pulang dari laga Persija melawan Persib Bandung di Solo. DI tahun 2017 ada Ricko Andrean seorang Bobotoh yang meninggal karena mencoba melerai pengeroyokan oleh suporter Persib di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, parahnya ia tewas di keroyok oleh oknum bobotoh pula.

Dan di tahun 2018 ini ada Haringga Sirla yang tewas karena dikeroyok segerombolan bobotoh Persib di Stadion GBLA hingga tewas karena adanya sweeping yang dilakukan oleh para oknum suporter tadi. Jika dilihat setiap tahunnya sejak tahun 2012 selalu ada korban meninggal dalam persepakbolaan Indonesia. DI tahun 2015 tidak ada korban karena memang tidak ada kompetisi Liga Indonesia yang berjalan karena sedang menjalani hukuman dari FIFA. Semoga PSSI dan pihak terkait mampu memberikan hukuman pada para tersangka yang sesuai dengan apa yang telah dilakukannya dan mampu memberikan solusi terbaik agar tidak terjadi kembali hal-hal seperti ini.