Thursday, September 24Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Seorang Wanita Tunarungu di Persekusi Oleh Para Warga Karena Hal yang Tidak Terbukti

Seorang Wanita Tunarungu di Persekusi Oleh Para Warga Karena Hal yang Tidak Terbukti

Kejadian kurang mengenakkan kembali terjadi di Indonesia. Kita tahu mungkin hidup sedang susah, banyak orang yang merasa seolah hidupnya dalam tekanan dan menjadi stress sehingga melakukan hal-hal yang terkadang atau bisa dibilang tidak manusiawi seperti pada kejadian di slaha satu desa di Nusa Tenggara Barat ini dimana kembali aksi main hakkim sendiri atau persekusi kembali dilakukan oleh orang-orang paling bodoh yang mengaku atau berlagak paling benar.

Lagi-lagi tindakan persekusi dilakukan oleh warga indonesia terhadap sesamanya yang bisa dibilang hanya melakukan tindakan pencurian kecil bahkan itu pun belum terbukti. Ya kita memang lebih mudah untuk melakukan persekusi fisik terhadap orang lemah daripada koruptor karena pelaku persekusi sendiri bisa jadi merupakan benih dari sifat dasar seorang koruptor atau penjahat besar lainnya.

Daripada ngalor ngidul tidak tahu kemana arah pembahasan ini lebih baik kita langsung saja membahas tindakan persekusi yang dilakukan beberapa warga terhadap seorang Wanita tunarungu di desa pengendong, Nusa Tenggara Barat. Ya anda tidak salah dengan, yang diarak dan dihakimi warga yang sok suci itu adalah seorang wanita dan ia adalah seorang tunarungu. Bahkan lebih parahnya lagi wanita yang ia tuduh mencuri ini dipersekusi karena hal yang ternyata tidak terbukti sama sekali. Wanita ini dituduh mencuri oleh warga yang mengarak dan menghakiminya di tengah jalan.

Setelah ditangkap dan dibawa oleh warga ia sempat di periksa naun ternyata tidak ditemukan barang yang dimaksud, mereka mendua aksi wanita tunarungu ini belum berhasil. Yang disayangkan adalah aksi main hakim sendiri para warga yang memukuli wanita tunarungu ini dan yang melakukan adalah para pria yang saya yakin lebih hina daripada wanita difabel ini. Kurang hina apalagi jika ada seorang pria yang melakukan pemukulan kepada seorang wanita ditambah ia adalah penyandang disabilitas. Apalagi dalam rekaman pun sebenarnya wanita tunarungu tersebut mencoba menjelaskan namun nampaknya warga tidak mengerti bahasa isyarat karena ya boro-boro mengerti bahasa isyarat, orang stress itu sudah dipastikan bodoh otaknya.

Melihat rekaman tersebut sebenarnya para pelaku persekusi dapat dikenai hukuman pidana karena melakukan tindakan penganiayaan. Pesan kami untuk warga Indonesia, anda boleh jelek, anda boleh ganteng, anda boleh miskin, anda boleh kaya tapi setidaknya anda jangan bodoh karena melakukan penganiayaan terhadap perempuan adalah salah satu bentuk kebodohan yang hakiki.