Wednesday, August 21Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Seorang Pria Ereksi Selama 9 Hari Setelah Mengalami Kecelakaan Ini

Seorang Pria Ereksi Selama 9 Hari Setelah Mengalami Kecelakaan Ini

Seorang pria mengalami ereksi selama sembilan hari berturut-turut. Kondisi itu terjadi setelah ia diketahui terjatuh dari moped alias motor berpedalnya. Kejadian ini telah dilaporkan para dokter ke dalam jurnal Case Reports in Urology. Pria berusia 35 tahun yang namanya dirahasiakan itu disebut terjatuh dari mopednya dan kemudian mengalami benturan di perineum atau bagian antara lubang dubur dan bagian alat kelamin.

Menurut laporan yang ada, pria itu hanya mengalami memar dan tidak mengalami cedera lainnya. Tapi, ia justru mulai mengalami ereksi terus-menerus selama beberapa hari, sampai akhirnya ia mengunjungi dokter pada hari kesembilan.

“Saat pemeriksaan, kami menemukan adanya ereksi tingkat empat dengan bagian dasar dan poros (penis) yang kaku,” tulis para dokter dalam laporannya yang dilansir IFL Science. Mereka pun menjelaskan bahwa tingkat empat dalam Nilai Kekerasan Ereksi (Erection Hardness Score) adalah ereksi terkeras. Pada skala tersebut, penis menjadi benar-benar keras dan juga sangat kaku.

Pria itu tidak mengalami rasa sakit akibat ereksinya. Tapi, ia mengeluhkan rasa tidak nyaman ringan saat berjalan. Para dokter pun akhirnya melakukan analisis pada gas darah pada area yang tegang tersebut. Mereka menemukan bahwa si pria mengalami priapisme aliran tinggi akibat aliran arteri kavernosa yang tidak teratur.

Ada dua jenis priapisme, yaitu aliran tinggi dan juga aliran rendah. Pria ini telah menderita jenis priapisme yang tidak terlalu berbahaya. Jenis priapisme aliran tinggi biasanya jarang ditemukan. Kondisi ini biasanya disebabkan trauma akibat benturan.

Hasil pemeriksaan ultrasound dan pemindaian CT menemukan adanya kerusakan arteri kavernosa pada si pria. Kerusakan itu menyebabkan adanya penumpukan darah yang masih kaya oksigen pada penisnya.

Biasanya priapisme aliran tinggi itu bisa menghilang sendiri atau dengan bantuan penanganan sederhana, seperti dikompres dengan kantong es. Tapi pada kasus si pria ini, para dokter justru memutuskan melakukan penanganan khusus demi mencegah gangguan ereksi pada si pria.

Aliran darah ke penis si pria dibatasi dengan menggunakan sebuah kateter. Kateter itu berfungsi untuk memasukkan sebuah gel dan alat bernama microcoil ke dalam penis si pria. Ia lalu dibolehkan pulang. Dan dalam waktu satu tahun, kondisinya kembali normal.

“Berdasarkan laporan dirinya, fungsi ereksinya perlahan-lahan membaik dalam kurun waktu 12 bulan,” tulis para dokter. “Pemeriksaan jangka panjang pun menunjukkan bahwa fungsi ereksi (pria itu) telah kembali ke kondisi normal 12 bulan setelah (dia) mengalami cedera,” imbuh mereka.