Wednesday, August 21Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Seorang Pria Di Lumajang Nekat Gadaikan Istri Karena Hal Ini

Warga Kabupaten Lumajang di Jawa Timur, digegerkan dengan aksi pembunuhan berencana yang dilakukan Hori bin Suwari (43). Ia nekat dengan menghilangkan nyawa seseorang lantaran ingin menebus istrinya yang ia gadaikan senilai Rp 250 juta.

“Pelaku mengakui bahwa pembunuhan ini telah direncanakan dengan motif agar utangnya menjadi hangus, serta mendapatkan kembali istrinya yang telah digadaikan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran Cobra dalam keterangan tertulis yang diterima kumparan, Rabu (12/6).

Semua bermula kala Hori, warga Desa Jenggrong, meminjam uang senilai Rp 250 juta kepada Hartono (40), warga Desa Sambo, sekitar satu tahun lalu. Sebagai jaminan, Hori pun menyerahkan istrinya, R (35), kepada Hartono.

Setelah satu tahun berlalu, Hori pun ingin menebus hutangnya dengan memberikan sebidang tanah supaya istrinya bisa diambil kembali. Namun, Hartono meminta agar Hori mengembalikan utangnya dalam bentuk uang, bukan sebidang tanah.

Lantaran kecewa, Hori kemudian merencanakan pembunuhan terhadap Hartono. Hingga tiba saat ia melihat seseorang yang mirip Hartono, pelaku pun langsung membacok korban. Namun Hori kaget karena ternyata yang dibacok adalah orang lain yang bernama Muhammad Toha (34). “Selanjutnya pelaku pun diancam hukuman penjara selama 20 tahun sesuai dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana” ucap Hasran.

Peristiwa hutang dengan menggadaikan istri di Kecamatan Gucialit kejutkan warga. Kasus ini terungkap saat pria penggadai istri ini membunuh pria yang menghutanginya, namun berujung salah sasaran.

Kejadian bermula saat M. Toha, korban, membantu rekannya yang bernama Kholik (34), warga Desa Sombo, Kecamatan Gucialit, mencari sepatu milik anaknya. Niat tulus mencarikan sepatu yang terjatuh di Jalan Dusun Argomulyo ini berakhir pahit. Pasalnya, tiba-tiba Hori bin Suwari (43) warga Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang menyabet Toha dengan celurit.

Korban kemudian terjatuh dan tak berdaya akibat aksi Hori ini. Saat tak berdaya itulah, Hori menyadari bahwa korban bukan laki-laki “incarannya”, bahkan korban masih merupakan kerabat Hori. “Pembunuhan ini akan saya dalami motifnya. Karena selain kasus pembunuhan, ada peristiwa lain yang menyertainya yaitu suami menggadaikan istri,” ujar Kapolres Lumajang, AKBP Arsal Sahban.

Dari kasus pembunuhan inilah akhirnya terungkap motif Hori. Pria asal Ranuyoso ini berniat membunuh Hartono (40), warga Gucialit yang menjadi tempatnya meminjam uang sebesar Rp 250 juta dengan menggadaikan istri.

Selang satu tahun aksi “gadai istri” ini, Hori berniat menebus pujaan hatinya dengan menyiapkan sebidang tanah, sebagai pembayaran hutang. Namun, Hartono menolak pengembalian hutang dalam bentuk tanah. Ia meminta Hori mengembalikan hutangnya dalam bentuk uang. Rencana pembunuhan pun disusun hingga mengenai Toha, yang memiliki perawakan persis target tersangka.

“Setidaknya ini muncul dari informasi awal yang kami peroleh. Saya juga akan mencari tau apakah menggadaikan istri merupakan hal biasa diwilayah tersebut. Atau hanya satu kasus ini saja,” ungkap Arsal.

Tersangka terancam hukuman 20 tahun penjara akibat kasus pembunuhan ini. Sementara itu, polisi saat ini sedang melakukan penyelidikan terhadap istri yang digadaikan Hori, termasuk Hartono, pria yang menghutangkan uang.