Tuesday, September 29Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Seorang Peneliti Memprediksi Gempa Dahsyat Yang Akan Melanda Indonesia

Seorang Peneliti Memprediksi Gempa Dahsyat Yang Akan Melanda Indonesia

Ada seorang peneliti asing yang memprediksi bahwa Indonesia bisa dilanda gempa dahsyat 9,5 SR. Dia menyebut bahwa selama ini masyarakat Indonesia hidup di masa tanpa aktivitas gempa bumi dan tsunami, atau disebutnya berada pada fase “tidur.

Seperti yang kita tahu, pada jumat (30/10) guncangan hebat gempa disertai tsunami meluluh-lantakkan Kota Palu dan sekitarnya dalam sekejap. Guncangan berkisar 7,4 SR tersebut telah memakan sekitar 1.571 korban jiwa hingga saat ini (5/10) dan diperkirakan sekitar 1.000 orang masih terkubur dalam tanah. Peristiwa itu seakan mengingatkan kita kembali dengan peristiwa gempa dan tsunami Aceh tahun 2004 silam.

Belum sepekan berlalu, Gunung Soputan di Manado, Sulawesi Utara dan Gunung Anak Krakatau yang merupakan gunung berapi yang masih aktif, mengeluarkan erupsi dan lava. Seperti yang dilansir dari SuaraBMI (21/09/2017) – Peneliti sekaligus pakar geologi dari Brigham Young University Profesor Ron Harris mengatakan gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Aceh pada 2004 kemungkinan bisa terulang di selatan Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Harris dalam diskusi mitigasi bencana gempa bumi di Jakarta, Jumat, mengatakan potensi tersebut didasarkan dari penelitian endapan tsunami yang dilakukan pada 2016 di beberapa wilayah selatan Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Harris mengatakan timnya mendapatkan pola endapan tsunami purba, yakni berupa endapan pasir di dalam tanah yang terbawa saat terjadi gelombang, berupa dua garis endapan pasir.

Mengetahui pola endapan pasir tsunami purba tersebut dimaksudkan untuk mengetahui terjadinya tsunami di masa lalu sekaligus memprediksi pengulangan tsunami di masa datang. Selama ini kita hidup di masa tanpa aktivitas gempa bumi dan tsunami, atau disebutnya berada pada fase “tidur.

Indonesia selama ini sedang dalam fase tanpa aktivitas gempa dan tsunami saat ini dikarenakan tumbukan dua lempeng tektonik, yakni Indo-Australia dan Eurasia, sedang saling mengunci dan kini salah satu lempeng tersebut sedang mendorong lempeng yang lainnya.

Pergeseran lempeng tektonik yang diprediksi akan terjadi berpotensi menimbulkan gempa dengan kekuatan di atas 9 skala richter. Gempa diprediksi akan berlangsung selama 20 detik dan bisa menimbulkan gelombang maksimal setinggi 20 meter dengan kecepatan 620 kilometer per jam, dan bisa mencapai bibir pantai dalam waktu sekitar 20 menit. Gempa di negara kita menurut Harris unik, karena pusat gempanya sangat dekat dengan daratan.