Wednesday, October 23Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Semua Pun Menanti Terbangnya R80 Ciptaan BJ Habibie

Semua Pun Menanti Terbangnya R80 Ciptaan BJ Habibie

Mimpi Baharudin Jusuf Habibie membangun industri penerbangan di Tanah Air tak pernah usai. Setelah mendirikan Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) – kini menjadi PT Dirgantara Indonesia – Presiden ke-3 RI ini membangun PT Regio Aviasi Industri, perusahaan yang menjadi produsen pesawat R80.

Bagi Habibie, industri penerbangan adalah industri strategis yang sangat dibutuhkan Indonesia. Tak hanya dari sisi bisnisnya, Indonesia sebagai negara kepulauan juga membutuhkan transportasi udara jarak dekat.

Hingga akhir hayatnya, Habibie tetap optimistis soal potensi industri penerbangan Indonesia. Dia yakin pesawat R80 yang masuk dalam daftar industri strategis nasional bisa menjadi ujung tombak industri penerbangan di Indonesia. “Saya sangat optimistis mengenai masa depan Indonesia, semua di tangan Anda, semua ujung tombaknya adalah R80,” kata Habibie, September 2017.

Wajar bila Habibie optimistis, belum juga diluncurkan pesawat ini sudah banjir pesanan. Kini pemesanan pesawat berpenumpang tersebut terdiri atas NAM Air sebanyak 100 unit; Kalstar 25 unit, Trigana Air 20 unit, dan Aviastar 10 unit.

Kementerian Perindustrian kemudian mengusulkan pengembangan dua pesawat, yaitu R80 dan N245 sebagai proyek strategis nasional 2017. Masing-masing pesawat tersebut berkapasitas 80 dan 50 penumpang. Diharapkan pada tahun 2020, kedua pesawat tersebut selesai dikerjakan dan dapat diuji coba.

Habibie mengaku senang saat mengetahui pesawat rancangannya dijadikan proyek strategis nasional oleh pemerintah. “Oh ya bagus. Saya rasa wajar saja kan, apa bisa bayangkan Indonesia tanpa pesawat terbang? Kita harus membuat pesawat terbang itu karena kita tidak mampu membiayai, uang darimana, ekspor apa?” kata Habibie, Februari 2018.

Habibie menjelaskan, industri penerbangan merupakan industri strategis yang sangat dibutuhkan sepanjang masa, termasuk Indonesia. Ia pun optimistis bila pesawat R80 bisa menjadi ujung tombak industri penerbangan di Indonesia ke depan. “Saya sangat optimistis mengenai masa depan Indonesia, semua di tangan Anda, semua ujung tombaknya adalah R80,” tegasnya.

Habibie juga mengajak masyarakat Indonesia untuk bergabung menjadi bagian dalam program pengembangan prototype pesawat R80. Masyarakat dapat bergabung dalam proyek ini melalui penggalangan dana yang dilakukan oleh PT RAI melalui situs Kitabisa.com.

Menurut Habibie, cara ini sebagai bentuk kebangkitan kembali kedirgantaraan Indonesia. Dia menyatakan pesawat R80 merupakan masa depan bangsa Indonesia. “Kita pasti bangkit kembali, it your future. Saya merasa berdosa kalau saya itu masa bodoh dengan perkembangan dirgantara Indonesia,” kata Habibie.

Pengembangan pesawat R80 ditaksir membutuhkan biaya sebesar 1 miliar dolar AS antara lain untuk pengembangan proses enginering, penelitian terapan, sertifikasi, pembuatan prototipe, hingga pengujian pesawat baik terbang maupun tidak terbang. Jika telah siap, R80 akan diujiterbangkan pada tahun 2020 dan siap diproduksi secara massal pada tahun 2024.

Penggalangan dana untuk pesawat R80 hingga saat ini juga masih berlangsung. Terbukti dari tingginya antusiasme masyarakat yang ikut berdonasi melalui kitabisa.com. Hingga 12 September 2019, tercatat jumlah uang yang terkumpul sudah mencapai Rp 9,2 miliar yang terkumpul dari lebih dari 24 ribu donator.