Monday, September 16Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Selamat Untuk Chelsea Yang Libas Arsenal Di Final Liga Europa

Selamat Untuk Chelsea Yang Libas Arsenal Di Final Liga Europa

Tidak ada perpisahan bahagia untuk Petr Cech. Tidak ada trofi Liga Europa keempat untuk Unai Emery. Tidak ada Liga Champions untuk Arsenal di musim depan. Yang ada adalah trofi pertama Maurizio Sarri sepanjang kariernya dan sebagai pelatih Chelsea. Dan (bisa jadi) juga kado perpisahan Eden Hazard untuk tim yang sudah dibelanya sejak 2012.

Di Stadion Olimpiade Baku, Kamis (30/5/2019) dini hari WIB, Chelsea tak hanya menang atas Arsenal di final Liga Europa musim ini — tetapi, menang telak 4-1. Olivier Giroud dan Pedro Rodriguez mencetak satu gol, sementara Eden Hazard membukukan dwigol untuk The Blues. Satu-satunya gol Arsenal muncul dari Alex Iwobi di menit ke-69.

Pelatih Unai Emery memberikan izin kepada Petr Cech untuk menjalani laga terakhirnya di panggung sebesar final Liga Europa. Keputusan ini sesungguhnya dapat dimaklumi. Meski sempat menuai kontroversi karena isu menerima tawaran mengisi posisi manajerial di Chelsea, Cech merupakan kiper reguler Arsenal di Liga Europa.

Untuk para outfielder, Emery menyusun para pemain Arsenal dengan formasi 3-4-1-2. Shkodran Mustafi tidak menjadi tandem Laurent Koscielny dan Sokratis Papastathopoulos di lini belakang, melainkan Nacho Monreal. Kemudian Lucas Torreira dan Granit Xhaka bertugas sebagai poros ganda di lini tengah The Gunners.

Ainsley Maitland-Niles dan Sead Kolasinac beroperasi sebagai wing-back kanan dan kiri. Untuk urusan menjebol gawang lawan, Arsenal bergantung kepada Alexandre Lacazette dan Pierre-Emerick Aubameyang. Kedua penyerang itu kemudian dibantu Mesut Oezil di belakangnya.

Di sisi lain, Chelsea-nya Maurizio Sarri masih belum meninggalkan pakem andalan 4-3-3 dan hanya melakukan pergantian minor. Akibat Antonio Ruediger cedera, Andreas Christensen kembali ditandemkan dengan David Luiz di depan kiper Kepa Arrizabalaga. Sempat diragukan N’Golo Kante tampil sejak awal demi menjaga stabilitas lini tengah.

Sementara, Olivier Giroud — yang berstatus topskor Liga Europa dengan 10 gol — kembali menjadi striker tunggal dan dibantu dengan Eden Hazard dan Pedro Rodriguez di sayap kiri dan kanan. Jalannya babak pertama begitu sengit. Kedua tim memiliki kans emas, silih berganti dalam menyerang, dan penyelesaian akhir menjadi masalah kedua kubu. Hingga turun minum, Chelsea melepas 5 tembakan dan Arsenal 4 dan nol gol tercipta dari kedua sisi.

Salah satu peluang emas Arsenal tercipta pada menit ke-18. Prosesnya bermula dari umpan terobosan Kolasinac yang membuat Lacazette berada dalam situasi satu lawan satu dengan Arrizabalaga. Kemudian Arrizabalaga berusaha menangkap bola di kotak penalti, tetapi malah kaki Lacazette yang didapat.

Sempat terjadi ribut-ribut karena tindakan ini, tetapi pada akhirnya wasit memastikan penalti takkan diberikan kepada Arsenal. Sepuluh menit berselang, Granit Xhaka melepas tendangan jarak jauh yang pada akhirnya mengenai mistar gawang.

Sementara, salah satu kans terbaik Chelsea tercipta di menit ke-34. Tidak, tidak datang dari Olivier Giroud. Ya, mau bagaimana lagi? Giroud terus saja buang-buang peluang sampai kami mulai curiga jangan-jangan dia adalah agen ganda. Jangan lupakan, Giroud pernah membela Arsenal, lho. Oh, ya, kans yang dimaksud muncul karena Eden Hazard.

Sadar fokus para pemain Arsenal tertuju kepadanya, Eden Hazard menahan bola sejenak tak jauh dari kotak penalti sebelum melepas umpan back-heel kepada Emerson Palmieri. Emerson bisa bergerak bebas, hanya saja tembakannya masih bisa diantisipasi Cech.

Setelah imbang 0-0 di babak pertama, Chelsea terus menggempur pertahanan lawan. Dan rupanya… Giroud bukan agen ganda seperti dugaan kami. Maaf, ya. Pada menit ke-49, striker berkebangsaan Prancis itu mencetak gol sundulan usai Emerson melepas umpan lambung dari luar kotak penalti.

Usai unggul 1-0, Chelsea terus saja mengekspos Arsenal meminimalisir half-space. Di menit ke-60, Mateo Kovacic mendribel bola lalu memutar tubuh ketika mendekati kotak penalti. Aksi ini menimbulkan kebingungan di area pertahanan Arsenal, dan Kovacic memanfaatkannya dengan memberikan umpan kepada Hazard.

Beberapa detik berselang, Hazard melakukan dribel, melepas umpan terobosan dari pinggir lapangan, dan aksi Pedro Rodriguez mengubah kans ini menjadi gol. Harapan Arsenal kian pudar saja karena Eden Hazard mencetak gol penalti di menit ke-65. Sempat muncul sedikit harapan karena gol Alex Iwobi di menit ke-69, tetapi Hazard menambah keunggulan Chelsea menjadi 4-1 tiga menit kemudian. Skor ini bertahan hingga laga beres.