Wednesday, October 23Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Salah Satu Sutradara Terbaik Indonesia Ingin KPI Dibubarkan Saja

Salah Satu Sutradara Terbaik Indonesia Ingin KPI Dibubarkan Saja

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memberi teguran dan sanksi kepada beberapa tayangan melalui surat teguran yang tercantum di situs resminya. Salah satu tayangan yang mendapat teguran dari KPI adalah promo film ‘Gundala’.

KPI memberikan teguran kepada stasiun televisi yang menayangkan promo film ‘Gundala’ karena iklan itu dinilai mengandung kata kasar. KPI menyebutkan kata kasar dalam promo film ‘Gundala’ melanggar norma kesopanan.

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) belum lama ini melayangkan teguran terhadap sejumlah program siaran di televisi, termasuk promosi ‘Gundala’. Tayangan promosi film yang disutradarai Joko Anwar tersebut diberi sanksi administratif teguran tertulis lantaran memuat kata kasar, yakni ‘bangsat’.

Ditemui di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Joko Anwar memberikan tanggapannya. Peraih Piala Citra untuk kategori ‘Sutradara Terbaik’ di Festival Film Indonesia (FFI) 2015 tersebut mengaku tak mempermasalahkan promosi ‘Gundala’ yang diberi sanksi oleh KPI. Hanya saja, bagi Joko Anwar, yang menjadi masalah adalah adanya program televisi seperti ‘Spongebob Squarepants’, yang turut diberi sanksi oleh KPI.

“Menurut saya, kalau sampai ada satu lembaga yang bisa memberi statement bahwa tayangan seperti ‘Spongebob’ itu adalah tayangan yang melanggar norma-norma, lembaga tersebut tidak usah dipercaya ketika mereka menilai apa pun di dunia ini karena sudah enggak make sense,” tutur Joko Anwar, Senin (16/9).

Joko Anwar menilai adanya penyensoran, pelarangan, maupun pengenaan sanksi terhadap tontonan-tontonan tidak membuat masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang terberdayakan. “Kalau masih ada lembaga yang mengatakan, ‘Ini boleh ditonton, ini enggak boleh ditonton’, berarti masyarakat Indonesia masih dianggap sebagai masyarakat yang bodoh karena tidak bisa menilai apa yang patut untuk mereka, atau keluarga maupun anak mereka tonton,” ucapnya.

Menurutnya, saat ini tak sedikit masyarakat yang merasa gerah dan gelisah dengan adanya lembaga-lembaga yang menentukan apa yang boleh serta tidak boleh ditonton. Oleh sebab itu, Joko Anwar merasa eksistensi KPI tak perlu dilanjutkan.

“Yang namanya KPI, menurut saya, keberadaannya sudah tidak harus ada di Indonesia. Bubarkan KPI. Mau larang tayangan tv, kasih sanksi tv, mau larang YouTube, Netflix, apa pun itu, kita bisa akses apa pun yang mau kita tonton di zaman sekarang. Itu ‘kan tindakan yang tidak berguna,” pungkas Joko Anwar.