Wednesday, November 21Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Sains Berhasil Menelusuri Asal Gen Kanker

Sains akhirnya bisa menjawab asal muasal penyakit kanker, ini merupakan penyebab kematian utama yang belum ditemukan obatnya. Penelitian yang dilakukan University of Adelaide, nampaknya bisa menjawab semua pertanyaan tenang gen muasal penyebab kanker. Ini tentu memberikan dampak besar pada kesehatan dunia, bahkan bisa jadi selangkah lagi akan menemukan penawar penyakit tersebut.

Bahkan tim peneliti mengungkapkan hasil penelitian yang cukup mencengangkan, dimana gen asal pembawa kanker bukan dari mamalia, seperti apa yang sudah diutarakan sebelumnya. Namun kali ini penelitian menjawab jika gen yang dapat menyebabkan kanker berasal dari tumbuhan. Hal ini tentu saja sangat mengejutkan, pasalnya tanaman merupakan makanan sehat yang di konsumsi semua orang di dunia.

Penelitian menggunakan gen L1, ini merupakan gen paling ganas yang dapat bermutasi secara genetika dengan cepat, sehingga memicu perkembangan sel kanker menjadi sangat ganas dan mematikan. Dimana menjadikan tiga grup mamalia untuk percobaan, Monotremata, Platypus dan Echidna. Ini dipilih, karena paling mendekati dengan manusia, sehingga bisa dibilang penelitian tersebut paling mendekati hasil sesungguhnya.

Hasilnya tidak terdapat adanya gen L1 pada monotremata, mamalia yang menjadi hewan percobaan, hal yang serupa juga ditemukan pada dua kelompok mamalia lainnya. Padahal L1 merupakan genome yang paling ganas, dimana bisa mempercepat terjadinya evolusi pada manusia. Bahkan ini sulit dilacak dalam cetak biru genetika, sehingga tidak mungkin bisa terdeteksi dengan mudah.

Baca juga : Empat Cangkir Kopi Setiap Hari Dapat Amankan Kesehatan Jantung

Sains akhirnya bisa menjawab misteri apa yang terjadi 150 juta tahun lalu, dimana gen penyebab kanker meloncat ke gen manusia melalui tumbuhan, serangan dan hewan lainnya, namun sayang sudah mengalami kepunahan. Lompatan gen ini disebut retrotransposons, ini sangat berperan dalam evolusi yang terjadi pada manusia.

Profesor David Adelson, bahkan menjelaskan lebih rinci lagi tentang pelompatan gen tersebut. Dimana hal ini mengubah banyak pemahaman tentang evolusi manusia, jika selama ini hanya diketahui dari proses terjadinya keturunan. Namun pemimpin penelitian tersebut, menegaskan jika L1 yang melompat ke genom manusia, memberikan peran penting untuk mempercepat evolusi menjadi 100 juta tahun lalu.

Selama beberapa dekade terakhir, sains hanya mengembangkan jika penyebab kanker adalah gen pembawa dari pengidap sebelumnya. Biasanya ini bisa diturunkan pada keturunannya, sehingga pembawa gen dalam bentuk genetika. Jika penelitian ini benar adanya, maka dokter bisa lebih cepat mendiagnosa dan masih ada harapan untuk sembuh jika melakukan treatment dan diberikan obat-obatan yang tepat.

Kesimpulan ini juga memberikan deteksi kanker secara dini, sehingga bisa dilakukan pencegahan agar sel kanker tidak mengalami penyebaran. Misalkan untuk kanker payudara, bisa dilakukan masektomi atau tindakan pengangkatan payudara, hal ini akan memberikan perlindungan pada pasien. Bahkan bisa mendapatkan penanganan lebih cepat.

Pembukaan kelanjutan di bidang sains ini dituangkan dalam jurnal ‘Fenome Biology’, dimana menyebutkan dalam cetak biru, jika terdapat lebih dari 750 spesies dalam genetika. Ini tentu memperlihatkan, jika semua penyakit sudah diketahui asal usulnya maka bisa ditangani dengan tepat dan cepat.

Related Post

Komentar Ruhut Sitompul Pada Mantan Rekannya Di Pa... Mantan politikus Partai Demokrat, Ruhut Sitompulmemberikan komentar pada mantan rekannya di Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean. Hal ini dikatakan ...
Foreplay Tepat Itu Penting Untuk Mendapatkan Momen... Foreplay tepat untuk pasangan yang akan berhubungan intim itu sangat perlu, pasalnya ini akan mengantarkan pada momen klimaks yang menyenangkan. Maka ...
Jumlah Ideal Minum Kopi setiap Harinya Kopi adalah salah satu minuman yang biasanya di konsumsi setiap harinya, ini memang memberikan banyak manfaat untuk tubuh. Apalagi minuman yang cender...
Ini Dia 5 Instansi dengan Pelamar Paling Sedikit d... BKN atau Badan Kepegawaian Negara menyatakan, bahwa instansi yang sudah mengumumkan formasi sebanyak 93 persen terhitung sampai hari Rabu, Oktober 2...